Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Indonesia Kehilangan Sebagian Besar Sumber Impor BBM Akibat Konflik di Timur Tengah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan bahwa Indonesia kehilangan 25 persen sumber impor bahan bakar minyak akibat ketegangan di Timur Tengah. Pemerintah dan Pertamina sedang mencari...

Aruna Sasmita 06 October 2026 46 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
ESDM mencatat Indonesia kehilangan 25 persen sumber impor BBM akibat konflik Timur Tengah. Pertamina mencari sumber baru untuk menjaga ketahanan energi. (FOTO:CNN Indonesia/Dhio Faiz).
ESDM mencatat Indonesia kehilangan 25 persen sumber impor BBM akibat konflik Timur Tengah. Pertamina mencari sumber baru untuk menjaga ketahanan energi. (FOTO:CNN Indonesia/Dhio Faiz).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Indonesia mengalami kehilangan sebesar 25 persen dari sumber impor bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM, menyatakan bahwa pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) sedang berupaya mencari sumber impor baru dari negara lain untuk memastikan ketahanan stok energi nasional.

“Sejak terjadinya konflik di Timur Tengah, kita kehilangan 25 persen sumber impor,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Dalam Negeri pada Senin (5/10).

Perubahan Skema Pengadaan BBM

Laode menjelaskan bahwa skema pengadaan BBM dari luar negeri telah berubah akibat ketegangan geopolitik yang terjadi. Sebelumnya, Pertamina mengimpor BBM melalui proses lelang, namun saat ini jumlah peserta lelang mengalami penurunan yang signifikan.

Hal ini mengharuskan Pertamina untuk mencari negara-negara penghasil minyak yang memiliki surplus stok dan langsung mengajukan penawaran harga pembelian tanpa melalui lelang. Meskipun demikian, Laode menyatakan bahwa harga BBM yang diperoleh melalui skema ini kemungkinan lebih tinggi dibandingkan dengan mekanisme lelang yang biasa.

Ketahanan Stok dan Antrean di SPBU

Laode juga menegaskan bahwa ketahanan stok BBM nasional tetap aman, dengan ketersediaan dalam kisaran 18 hingga 20 hari. Ia menambahkan bahwa pemerintah menjamin bahwa harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar, tidak akan mengalami kenaikan. “Jadi, pertama adalah subsidi di solar dan bensin tetap kita jaga, yang kedua adalah ketahanan stok 18 sampai 20 hari itu tetap ada,” jelasnya.

Mengenai fenomena antrean kendaraan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Laode menolak anggapan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM. Ia menjelaskan bahwa antrean panjang tersebut lebih disebabkan oleh kendala logistik akibat fenomena kekeringan ekstrem El Nino yang mengganggu jalur distribusi melalui perairan.

“Akibat sungai yang kering, pengiriman BBM dialihkan ke jalur darat menggunakan truk yang kapasitas angkutnya jauh lebih kecil dibandingkan kapal laut. Itu salah satu contoh kenapa terjadi antrean. Tetapi dari sisi ketahanan stok, 18 sampai 20 hari selalu tersedia, dan kami juga selalu bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka memitigasi kondisi di lapangan,” tutup Laode.

Artikel Terkait