Update
Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional
Teknologi

Inovasi Canggih! AI Karya Dokter Indonesia untuk Deteksi Dini Gagal Jantung

Teknologi kecerdasan buatan kini merambah sektor kesehatan dengan inovasi dari dokter spesialis jantung di Indonesia yang menciptakan alat deteksi dini gagal jantung melalui analisis suara paru-paru.

Rimba Amarta 14 July 2026 86 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya terbatas pada industri, tetapi juga mulai memberikan kontribusi signifikan dalam dunia kesehatan. Salah satu inovasi menarik datang dari Indonesia, di mana seorang dokter spesialis jantung berhasil menciptakan teknologi AI yang dapat mendeteksi lebih awal kondisi gagal jantung dengan menganalisis suara paru-paru pasien.

Inovasi ini merupakan hasil karya Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Primaya Hospital Tangerang, dr. Rony M. Santoso, SpJP, SubSp.K.I(K), SubSp.Vas(K), FIHA. Teknologi yang dikembangkan ini bertujuan untuk membantu tenaga medis dalam mengidentifikasi penumpukan cairan di paru-paru, yang sering kali tidak terdeteksi saat pemeriksaan menggunakan stetoskop tradisional.

Tantangan dalam Deteksi Gagal Jantung

dr. Rony menjelaskan bahwa salah satu kendala dalam mendeteksi kongesti atau penumpukan cairan di paru-paru adalah keterbatasan pendengaran manusia. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa pasien gagal jantung sering kali harus kembali dirawat di rumah sakit setelah sebelumnya dipulangkan.

"Setelah kami lihat, salah satu faktor pencetus daripada rehospitalisasi atau rawat berulang, itu adalah kondisi di mana di dalam paru-parunya itu masih ada cairan atau kongesti yang subklinis," ungkap dr. Rony pada Selasa (14/7/2026).

Pentingnya Deteksi Dini

Lebih lanjut, dr. Rony menjelaskan bahwa cairan yang tersisa di paru-paru sering kali tidak terdeteksi dengan stetoskop biasa, sehingga dokter mungkin menganggap bahwa kondisi pasien sudah stabil. Dengan adanya teknologi AI ini, diharapkan dapat mengurangi risiko rehospitalisasi dan meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien gagal jantung.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam deteksi dini penyakit yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Artikel Terkait