Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Teknologi

Inovasi Canggih! AI Karya Dokter Indonesia untuk Deteksi Dini Gagal Jantung

Teknologi kecerdasan buatan kini merambah sektor kesehatan dengan inovasi dari dokter spesialis jantung di Indonesia yang menciptakan alat deteksi dini gagal jantung melalui analisis suara paru-paru.

Rimba Amarta 14 July 2026 101 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak hanya terbatas pada industri, tetapi juga mulai memberikan kontribusi signifikan dalam dunia kesehatan. Salah satu inovasi menarik datang dari Indonesia, di mana seorang dokter spesialis jantung berhasil menciptakan teknologi AI yang dapat mendeteksi lebih awal kondisi gagal jantung dengan menganalisis suara paru-paru pasien.

Inovasi ini merupakan hasil karya Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari Primaya Hospital Tangerang, dr. Rony M. Santoso, SpJP, SubSp.K.I(K), SubSp.Vas(K), FIHA. Teknologi yang dikembangkan ini bertujuan untuk membantu tenaga medis dalam mengidentifikasi penumpukan cairan di paru-paru, yang sering kali tidak terdeteksi saat pemeriksaan menggunakan stetoskop tradisional.

Tantangan dalam Deteksi Gagal Jantung

dr. Rony menjelaskan bahwa salah satu kendala dalam mendeteksi kongesti atau penumpukan cairan di paru-paru adalah keterbatasan pendengaran manusia. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa pasien gagal jantung sering kali harus kembali dirawat di rumah sakit setelah sebelumnya dipulangkan.

"Setelah kami lihat, salah satu faktor pencetus daripada rehospitalisasi atau rawat berulang, itu adalah kondisi di mana di dalam paru-parunya itu masih ada cairan atau kongesti yang subklinis," ungkap dr. Rony pada Selasa (14/7/2026).

Pentingnya Deteksi Dini

Lebih lanjut, dr. Rony menjelaskan bahwa cairan yang tersisa di paru-paru sering kali tidak terdeteksi dengan stetoskop biasa, sehingga dokter mungkin menganggap bahwa kondisi pasien sudah stabil. Dengan adanya teknologi AI ini, diharapkan dapat mengurangi risiko rehospitalisasi dan meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien gagal jantung.

Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat berperan penting dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam deteksi dini penyakit yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Artikel Terkait