Update
Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Akademisi Menyatakan Penanganan Kasus Korupsi Mantan Jampidsus Harus Profesional
Teknologi

Inovasi Teknologi Pengolahan Air Menuju Sistem Adaptif yang Lebih Efisien

Kualitas air bersih di Indonesia semakin terancam akibat berbagai faktor pencemaran. Teknologi pengolahan air kini beralih ke sistem yang lebih adaptif, menggantikan metode penyaringan konvensional.

Eko Prasetyo 26 July 2026 50 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id - Berbagai tantangan terus dihadapi dalam menjaga kualitas sumber air bersih di Indonesia. Air tanah dan air dari sistem perpipaan kini semakin rentan terhadap pencemaran, yang disebabkan oleh kebocoran pipa, banjir, serta adanya logam berat dan kontaminasi mikrobiologi. Situasi ini mendorong perkembangan teknologi pengolahan air menuju sistem yang lebih adaptif, berbeda dari metode penyaringan air konvensional.

Berbeda dengan teknik penyaringan tradisional yang menerapkan satu metode untuk berbagai jenis air, teknologi filtrasi terbaru memanfaatkan analisis kualitas air untuk menentukan metode pengolahan yang tepat. Pendekatan ini dianggap lebih efektif dalam menghasilkan proses pemurnian, karena setiap sumber air memiliki karakteristik pencemaran yang unik.

Peluncuran Sistem Filtrasi Terintegrasi

Dalam acara Indonesia Building Technology (IBT) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, perusahaan teknologi pengolahan air asal Korea, FLAX, memperkenalkan sistem filtrasi terintegrasi. Sistem ini menggabungkan teknologi Point of Entry (POE) dan Point of Use (POU). Sistem POE berfungsi untuk menyaring air saat pertama kali masuk ke dalam bangunan, sedangkan POU melakukan pemurnian lebih lanjut hingga air siap digunakan dan dikonsumsi sesuai kebutuhan.

Keunggulan Sistem Adaptif

Dengan penerapan sistem adaptif ini, diharapkan proses pemurnian air dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan ketersediaan air bersih yang berkualitas di tengah tantangan pencemaran yang semakin kompleks.

Artikel Terkait