Indonesia Police Watch (IPW) mendorong Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kematian Sutrimo, yang merupakan penjaga rumah kosong milik mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, menilai bahwa kematian Sutrimo perlu diteliti lebih dalam setelah pihak kepolisian meningkatkan penanganan kasus ini ke tahap penyidikan.
“Kalau proses penyidikan berarti ada peristiwa pidana,” ungkap Sugeng saat dihubungi oleh wartawan pada hari Senin (24/8). Namun, ia juga menekankan bahwa penyebab kematian Sutrimo masih belum dapat dipastikan. Saat ini, polisi masih menunggu hasil dari pemeriksaan forensik dan laboratorium yang diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar satu minggu.
Penyelidikan Mendalam Diperlukan
Pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah Sutrimo meninggal akibat penyakit, keracunan, atau menjadi korban dari tindak pidana. “Apakah dibunuh, apakah kasus pembunuhan atau pembunuhan berencana, ini yang sedang didalami,” jelas Sugeng. Ia meminta kepada penyidik untuk menggunakan pendekatan scientific crime investigation agar penyebab kematian dapat ditentukan secara objektif. Sugeng juga berharap hasil autopsi dapat disampaikan kepada publik dengan transparan setelah seluruh pemeriksaan selesai.
Potensi Keterkaitan dengan Kasus Febrie Adriansyah
Jika nantinya terbukti bahwa Sutrimo meninggal akibat pembunuhan, IPW meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif di balik tindakan tersebut. “Bahwa ini memang dibunuh, pelakunya akan dicari,” tegas Sugeng. Ia juga menyoroti kemungkinan adanya hubungan antara kematian Sutrimo dengan informasi yang mungkin diketahui oleh yang bersangkutan terkait perkara yang melibatkan Febrie Adriansyah. Menurut Sugeng, posisi Sutrimo sebagai penjaga rumah membuat keterangannya berpotensi sangat penting. “Kalau dia memang terbukti dibunuh, dia saksi kunci juga salah satunya,” tambahnya.
Sebelumnya, Sutrimo dilaporkan pulang mendadak ke Banyumas setelah dilakukan penggeledahan di beberapa lokasi yang berkaitan dengan Febrie pada tanggal 8-9 Juli 2026.