Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Isu Dana Asing untuk Regime Change, NPI: Itu Pengkhianatan!

Direktur Eksekutif Nusantara Parameter Index (NPI) Murmahudi menyoroti dugaan adanya aliran dana asing yang digunakan untuk mendorong agenda regime change di Indonesia.Menurut Murmahudi, praktik terse...

Aruna Sasmita 01 July 2026 61 pembaca kabarnetizenterkini.com kabarnetizenterkini.com
Isu Dana Asing untuk Regime Change, NPI: Itu Pengkhianatan!
kabarnetizenterkini.com
Direktur Eksekutif Nusantara Parameter Index (NPI) Murmahudi menyoroti dugaan adanya aliran dana asing yang digunakan untuk mendorong agenda regime change di Indonesia.

Menurut Murmahudi, praktik tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi, melainkan sudah mengarah pada ancaman serius terhadap kedaulatan negara.

“Kalau benar dana asing dipakai untuk mendorong perubahan rezim, itu bukan lagi sekadar pelanggaran. Itu pengkhianatan terhadap negara,” kata Murmahudi dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4).

Dia menyinggung laporan media internasional seperti The Sunday Guardian yang mengungkap pola penggunaan pendanaan asing untuk memengaruhi stabilitas politik di berbagai negara. Murmahudi menilai indikasi serupa mulai terlihat di Indonesia.

“Polanya jelas, dana masuk, narasi dibentuk, opini digerakkan, lalu legitimasi pemerintah ditekan. Ini bukan kebetulan, ini desain,” ujarnya.

Dia menyebutkan situasi ini menjadi ironi di tengah momentum Idulfitri yang seharusnya memperkuat persatuan nasional. Menurutnya, ada potensi agenda tersembunyi yang justru berupaya memecah belah masyarakat.

“Di saat bangsa ini kembali ke fitrah, justru ada upaya sistematis yang bisa merusak persatuan. Ini berbahaya dan tidak boleh dibiarkan,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dijadikan tameng untuk kepentingan asing. Aktivisme, kata dia, harus berdiri di atas kepentingan rakyat, bukan agenda pihak luar.

“Kalau gerakan sipil sudah diarahkan oleh dana dan kepentingan asing, maka itu bukan lagi suara rakyat. Itu alat. Dan itu bentuk pengkhianatan,” ucapnya.

Murmahudi mendesak aparat penegak hukum, termasuk Polri dan Kejaksaan Agung, untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap aliran dana asing tersebut.

“Audit ini penting, bukan untuk membungkam demokrasi, tetapi untuk melindungi negara. Harus jelas mana yang murni untuk rakyat dan mana yang menjadi kendaraan kepentingan asing,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara saat ini tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga melalui perang narasi dan pembentukan opini publik yang masif.

“Negara tidak boleh kalah oleh skenario yang dimainkan dari luar. Kalau ini dibiarkan, kita sedang membuka pintu bagi pelemahan negara dari dalam,” ujarnya.

Murmahudi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga persatuan nasional.

“Indonesia tidak boleh dikendalikan oleh kepentingan asing. Siapa pun yang mencoba merusak dari dalam, itu pengkhianat,” pungkas Murmahudi.(mcr8/jpnn)

Tags: #berita

Artikel Terkait