PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengundang 37 peserta dari Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) untuk mengenal lebih dalam tentang pengelolaan bisnis dan pelayanan tol. Kegiatan ini berlangsung di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang terletak di Jatiasih, Bekasi, pada Rabu, 7 Oktober.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian P3MD yang diinisiasi oleh Danantara Indonesia, bertujuan untuk mempersiapkan para calon pemimpin masa depan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa operasional tol memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta pergerakan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa bekerja di BUMN infrastruktur transportasi harus dipahami sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Pentingnya Pengabdian dalam Infrastruktur
“Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rivan. Ia juga menambahkan bahwa calon pemimpin BUMN di masa depan perlu memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata, dengan memastikan setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat bagi pelayanan publik.
Dumoli HM Sirait, VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM), menjelaskan bahwa kegiatan business immersion ini merupakan bagian penting dari pembelajaran P3MD yang berlangsung selama sembilan bulan. Dalam kegiatan ini, peserta berkesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana Jasa Marga mengoptimalkan data operasional melalui teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan standar pelayanan kepada pengguna jalan.
Pengalaman Praktis di Jasa Marga
Para peserta diajak untuk mendalami empat stasiun pembelajaran, yaitu Core Operations untuk memahami proses bisnis inti, Technology & Digital untuk melihat otomatisasi sistem dan pemanfaatan data, Quality, Risk & Safety untuk mempelajari keandalan layanan dan manajemen risiko, serta Customer/Distribution yang berfokus pada penyampaian output layanan kepada masyarakat. Setelah itu, mereka juga melakukan eksplorasi langsung ke JMTC sebagai pusat monitoring dan koordinasi operasional tol.
Melalui fasilitas ini, peserta dapat menyaksikan bagaimana Jasa Marga memantau kondisi lalu lintas, mendeteksi potensi gangguan, serta mengidentifikasi insiden dan mengoordinasikan respons layanan operasional secara real-time dengan dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi. Kunjungan dilanjutkan dengan showcase kendaraan operasional, di mana peserta melihat armada pelayanan lalu lintas seperti Mobile Customer Service (MCS), ambulans, derek, dan rescue.
Peserta juga terlibat dalam diskusi kelompok untuk memecahkan studi kasus operasional, menganalisis skenario manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik, serta penguraian kepadatan di rest area. Hasil analisis tersebut kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan dari manajemen Jasa Marga.
Rivan berharap bahwa pengalaman interaktif ini dapat memperkaya wawasan bisnis dan pelajaran kepemimpinan bagi seluruh peserta P3MD. Ia juga membuka kesempatan bagi peserta yang memiliki ide inovatif untuk Jasa Marga agar dapat menyampaikannya dan mengembangkan gagasan tersebut bersama perusahaan. “Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung,” tambah Rivan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran pengalaman bagi calon pemimpin BUMN, serta memperkenalkan praktik pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol yang mengintegrasikan operasional, teknologi, manajemen risiko, dan kebutuhan pengguna jalan. Kolaborasi dengan Danantara ini mencerminkan komitmen Jasa Marga dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, terutama dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Dengan penguatan kapasitas kepemimpinan talenta muda, Jasa Marga optimis dapat mencetak SDM BUMN yang unggul, adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi nasional.