Pernyataan dukungan dari Presiden Joko Widodo terkait kelanjutan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode disampaikan saat ia memulai safari politik selama tiga hari di Lampung. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, memberikan tanggapan terhadap pernyataan tersebut, menekankan bahwa saat ini pemerintah masih berkonsentrasi pada penyelesaian berbagai tugas yang ada.
Fokus pada Pekerjaan yang Belum Selesai
Prasetyo menjelaskan bahwa saat ini belum saatnya untuk membahas agenda politik ke depan. "Belum lah. Kalau mewakili pemerintah, mewakili Bapak Presiden, yang penting fokus bekerja dulu. Kita belum berpikir mengenai itu. Masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan," ungkapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (26/6/2026).
Dia menambahkan bahwa pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk isu ketenagakerjaan, kesejahteraan guru, pengaturan aparatur sipil negara (ASN), serta program industrialisasi dan hilirisasi. "Masalah tenaga kerja masih banyak, kemudian teman-teman guru juga masih banyak yang harus kita tata, masalah ASN harus kita tata, masalah industrialisasi dan hilirisasi juga masih banyak yang harus kita selesaikan. Kita fokus ke situ dulu," jelas Prasetyo.
Safari Politik Jokowi di Lampung
Sebelumnya, Jokowi kembali menegaskan dukungannya agar pemerintahan Prabowo-Gibran dapat berlanjut hingga dua periode. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia memulai safari politik di Lampung. Jokowi tiba di Bandara Raden Inten II, Lampung, pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 10.56 WIB dan disambut oleh pengurus serta kader PSI Lampung, serta relawan Brigade Rakyat dan Projo Lampung dengan mengenakan kemeja putih dan topi berlogo PSI.
Selama kunjungannya di Lampung, Jokowi dijadwalkan menghadiri berbagai agenda, termasuk konsolidasi PSI, silaturahmi dengan masyarakat, kirab budaya, serta kunjungan ke pondok pesantren. Ia juga menyatakan bahwa kedatangannya bertujuan untuk memberikan motivasi kepada kader PSI dan mendorong penguatan struktur partai menjelang Pemilu 2029.