Informasi terbaru menyebutkan bahwa Joko Widodo, Presiden ke-7 Republik Indonesia, sedang dipersiapkan untuk mengambil alih posisi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jika rencana ini terwujud, Jokowi akan menggantikan Kaesang Pangarep, yang saat ini menjabat sebagai ketua partai tersebut. Jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkapkan bahwa perubahan kepemimpinan ini juga akan diikuti dengan pergantian posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen), di mana Budi Arie Setiadi, mantan Ketua Umum Projo, disebut-sebut menjadi kandidat yang kuat untuk mendampingi Jokowi.
Hersubeno menyatakan, "Saya mendengar kabar bahwa Jokowi sesungguhnya memang dia sudah bersiap untuk menjadi ketua umum." Dia menambahkan bahwa Jokowi telah memiliki sosok yang diinginkan untuk posisi Sekjen, yaitu Budi Arie Setiadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM serta memimpin relawan Projo. "Orang yang diharapkan oleh Jokowi untuk mendampingi dia sebagai Sekjen itu adalah mantan ketua umum Projo yakni Budi Arie Setiadi," lanjut Hersubeno.
Momentum Deklarasi Jokowi
Menurut Hersubeno, deklarasi Jokowi sebagai Ketua Umum PSI tinggal menunggu waktu yang tepat. Dia berpendapat bahwa secara politik, Jokowi akan memiliki pengaruh yang lebih besar jika memimpin partai secara langsung, dibandingkan dengan posisinya saat ini sebagai Ketua Dewan Pembina. "Kalau masih menyerahkan kepada Kaesang Pangarep sebagai ketua umum, dan Jokowi masih belakang layar sebagai ketua dewan pembina, ini efeknya tidak semenendang kalau dia menjadi ketua umum," ungkapnya.
Meskipun demikian, informasi mengenai rencana pergantian ini masih bersifat spekulatif. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Jokowi maupun pimpinan PSI yang mengonfirmasi perubahan tersebut.
Target PSI di Pemilu 2029
Sementara itu, Jokowi sebelumnya telah membahas target politik PSI dalam menghadapi Pemilu 2029. Dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang pada 31 Juli 2026, Jokowi yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI menyampaikan bahwa partai ini memiliki ambisi yang lebih besar daripada sekadar lolos ke parlemen. "Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang ingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi memandang Pemilu 2029 sebagai kesempatan penting bagi PSI untuk memperluas pengaruh politiknya. Dia juga menekankan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah kursi di DPR, melainkan juga dari pembangunan struktur organisasi hingga tingkat desa yang menjadi modal penting bagi PSI.
Isu mengenai kemungkinan Jokowi menjabat sebagai Ketua Umum PSI muncul seiring dengan persiapan partai tersebut untuk menghadapi kompetisi politik mendatang. Jika kabar ini terbukti benar, peralihan Jokowi dari Ketua Dewan Pembina ke Ketua Umum akan menjadi perubahan signifikan dalam struktur internal PSI. Begitu pula dengan masuknya Budi Arie sebagai Sekjen, yang dapat menciptakan pola kepemimpinan baru dengan pengalaman politik dan jaringan yang lebih luas.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari PSI mengenai pergantian Ketua Umum maupun Sekjen. Kaesang Pangarep masih terdaftar sebagai Ketua Umum PSI, sementara Raja Juli Antoni masih menjabat sebagai Sekjen. Oleh karena itu, kabar mengenai Jokowi dan Budi Arie masih menunggu konfirmasi resmi dari partai maupun tokoh yang terlibat.