Update
News

Kabar Intimidasi Terhadap Peserta LCC, MPR Berkomitmen Lindungi

Perwakilan dari SMAN 1 Pontianak memilih untuk tidak berpartisipasi dalam final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR. MPR menegaskan pentingnya perlindungan terhadap peserta dari segala bentuk...

Bima Candrakumara 16 May 2026 30 pembaca liputan6.com liputan6.com
Sebanyak 10 siswa dan siswi SMAN 1 Pontianak di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026) (Liputan6.com/Winda Nelfira)
Sebanyak 10 siswa dan siswi SMAN 1 Pontianak di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026) (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Perwakilan SMAN 1 Pontianak telah mengambil keputusan untuk tidak ikut serta dalam final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR. Keputusan ini muncul setelah adanya kabar mengenai dugaan intimidasi yang dialami oleh Josepha dan rekan-rekannya dari kelompok C.

Respons MPR Terhadap Dugaan Intimidasi

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Ia menekankan bahwa tidak seharusnya ada intimidasi dalam bentuk apapun yang ditujukan kepada Josepha, teman-temannya, maupun SMAN 1 Pontianak sebagai lembaga. Eddy menegaskan, “Tidak boleh ada intimidasi dalam bentuk apapun terhadap Josepha, rekan-rekan satu grupnya maupun SMAN 1 Pontianak. Sikap mereka wajib dihormati dan saya berkomitmen melindungi mereka dari intimidasi dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Penghormatan Terhadap Keputusan SMAN 1 Pontianak

Sebelumnya, Eddy juga menghargai keputusan SMAN 1 Pontianak untuk tidak berpartisipasi dalam final ulang LCC. Ia menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan tersebut dan telah melakukan dialog terbuka dengan pihak sekolah. “Surat resmi dari SMAN 1 Pontianak sudah kami terima dan kami menghormati sikap tersebut. Dialog sudah kami lakukan dengan pihak SMAN 1 secara terbuka dan penuh kekeluargaan ketika Kepala dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak bersilaturahim ke MPR RI pada hari Kamis,” tambahnya.

Eddy juga menekankan bahwa pimpinan MPR terbuka dan menghargai dukungan dari berbagai pihak terhadap Josepha Alexandra dan teman-temannya dari SMAN 1 Pontianak. Ia menyebutkan bahwa situasi ini dapat menjadi momentum untuk perbaikan dalam pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR RI serta metode sosialisasi yang lebih baik di masa mendatang.

Selain itu, Eddy mengapresiasi sikap SMAN 1 Pontianak yang bersedia membantu SMAN 1 Sambas, yang merupakan juara pertama lomba, untuk mempersiapkan diri menghadapi final. “Saya salut dengan sikap kesatria dan sportivitas tinggi dari seluruh civitas SMAN 1 Pontianak yang tidak hanya siap mendukung juara 1 lomba untuk maju ke tahapan final lomba nasional LCC, namun juga semangat mereka untuk tetap mengikuti LCC MPR RI di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

Artikel Terkait