JAKARTA — Feri Amsari, yang menjabat sebagai Sekretaris Negara di Kabinet Bayangan, mengungkapkan beberapa agenda yang sedang disusun oleh kelompok tersebut. Salah satu rencana mereka adalah melaksanakan debat terbuka dengan para menteri dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, mereka juga berencana untuk melakukan penggalangan dana sukarela (crowdfunding) untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.
Dalam sebuah siniar bersama mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, yang ditayangkan di YouTube, Feri menjelaskan bahwa salah satu program utama yang sedang dipersiapkan adalah penyelenggaraan debat dengan format Oxford, yang merupakan tradisi dalam sistem parlementer. "Ada beberapa rencana. Pertama, tentu saja kita mau ada konsep Oxford debate. Lagi-lagi sangat parliamentary," ungkap Feri.
Debat Terbuka untuk Publik
Feri berharap forum debat ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk membandingkan gagasan dan argumen antara kabinet bayangan dan kabinet pemerintahan. Namun, ia mengakui bahwa ia pesimistis mengenai kehadiran para menteri dalam forum tersebut. "Supaya publik tahu dua arah. Tentu saja kami sadar menteri tidak akan mau datang ke forum debat itu," jelasnya. Jika pemerintah tidak berpartisipasi, kabinet bayangan akan melibatkan masyarakat sebagai representasi suara publik. "Nanti akan digantikan dengan publik. Publik yang akan menyuarakan apa yang mereka inginkan dan kita akan jawab," tambahnya.
Pembiayaan Melalui Crowdfunding
Selain mengadakan debat, Feri juga mengungkapkan bahwa kabinet bayangan sedang mempersiapkan mekanisme crowdfunding untuk mengumpulkan dana sukarela dari masyarakat. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk menangani masalah mendesak, seperti perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendidikan. "Lalu nanti juga akan ada potensi kita melakukan crowdfunding terhadap hal tertentu," ujarnya. Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa penggalangan dana dapat dilakukan untuk jembatan atau sekolah yang membutuhkan perbaikan segera. "Misalnya ada jembatan rusak di suatu daerah, atau sekolah rusak. Nanti kita akan buka crowdfunding dengan anggaran yang terbuka, untuk publik ketahui," jelasnya.
Feri menekankan bahwa seluruh penggunaan dana akan dikelola secara transparan. Setelah proyek selesai dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, kabinet bayangan akan memberikan laporan pertanggungjawaban kepada publik. "Lalu nanti akan dieksekusi secara rahasia sampai jadi. Jadi setelah manfaatnya dirasakan publik, baru kita laporkan kepada publik," tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa konsep crowdfunding yang dimaksud bukanlah pungutan pajak. "Kalau negara menarik pajak. Nah, ini bukan pajak, ini dana perjuangan bersama. Sukarela," tegasnya.
Kabinet Bayangan terdiri dari 15 menteri yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka membayangi posisi-posisi penting dalam pemerintahan saat ini, termasuk Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Luar Negeri, di antara lainnya.