JAKARTA — Daftar Kabinet Tangguh yang mencantumkan Dedi Mulyadi sebagai presiden dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakil presiden telah menimbulkan banyak spekulasi. Kabinet Tangguh ini dibandingkan dengan Kabinet Bayangan, yang terdiri dari 15 menteri dengan latar belakang beragam dan dianggap memiliki integritas yang tinggi.
Sebelumnya, Feri Amsari, Menteri Sekretaris Negara Kabinet Bayangan, menjelaskan bahwa pemilihan para menteri dalam kabinet tersebut dilakukan melalui proses seleksi yang ketat. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga individu yang berperan penting dalam menentukan kandidat yang dianggap layak. “Dilakukan seleksi, kemudian ada masukan dari beberapa orang, lalu ada berburu talenta berlian,” ungkap Feri, dalam sebuah wawancara di YouTube Refly Harun.
Proses Seleksi Kabinet Bayangan
Tiga sosok yang terlibat dalam proses seleksi tersebut adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas dan dua pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar serta Bivitri Susanti. “Diseleksi tiga orang, Erry Riyana Hardjapamekas, Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti,” tambahnya.
Berikut adalah daftar menteri dalam Kabinet Bayangan beserta posisi yang mereka bayangi: Menteri Sekretaris Negara Feri Amsari, yang membayangi Mensesneg Prasetyo Hadi; Sekretaris Kabinet Ahmad Jilul QF; Menteri Dalam Negeri Armand Suparman; Menteri Luar Negeri Shofwan Al-Banna Choiruzzad; dan Menteri Pertahanan Curie Maharani. Selain itu, terdapat juga Menteri Hak Perempuan Khoirunnisa Nur Agustyati, Menteri Hukum Yance Arizona, serta Menteri Perekonomian Media Wahyudi Askar, di antara lainnya.
Ketidakjelasan Kabinet Tangguh
Berbeda dengan Kabinet Bayangan yang proses pemilihannya sudah diungkapkan, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai siapa yang menyusun daftar Kabinet Tangguh. Isu mengenai kabinet ini muncul setelah sebuah poster yang berisi daftar anggota Kabinet Tangguh beredar di media sosial. Dalam poster tersebut, terdapat nama-nama tokoh nasional yang akan menduduki berbagai posisi, seperti Mahfud MD sebagai Menko Politik, Hukum dan HAM, serta Anies Baswedan sebagai Menko Pembangunan Manusia dan SDM.
Poster tersebut juga mencantumkan nama-nama lain seperti Gatot Nurmantyo, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Thomas Trikasih Lembong. Selain itu, posisi Menteri Sekretaris Negara dalam poster itu diisi oleh Herman Deru. Poster Kabinet Tangguh ini mengusung slogan “Indonesia Maju, Rakyat Sejahtera!” serta “Profesional, Bersih, Berani”, dengan tagar #TangguhUntukIndonesia. Namun, hingga kini belum ada informasi yang jelas mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam penyusunan daftar tersebut.