Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah berhasil meningkatkan elektabilitasnya berkat kolaborasi dengan Presiden Jokowi, yang kini bersaing dengan partai-partai besar lainnya. Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), elektabilitas PSI tercatat mencapai 4,1 persen. Hasil ini telah memicu optimisme di dalam tubuh PSI, namun Ketua Umum Kaesang Pangarep mengingatkan agar pencapaian ini tidak membuat partai terlena.
Elektabilitas Naik Bukan Tujuan Akhir
Kaesang menyambut positif hasil survei tersebut, tetapi ia menekankan bahwa angka 4,1 persen tidak boleh dianggap sebagai titik akhir dari perjuangan partai. Ia menyatakan bahwa dukungan yang tercermin dalam survei seharusnya menjadi motivasi bagi PSI untuk terus bekerja keras dan memperkuat kepercayaan masyarakat. "Elektabilitas PSI boleh naik, tapi itu bukan garis finis," ungkap Kaesang melalui akun Facebook pribadinya.
Kepercayaan Publik Harus Dibayar dengan Kerja Nyata
Putra bungsu Jokowi ini juga menekankan bahwa kepercayaan masyarakat memiliki konsekuensi yang harus dipenuhi. Dukungan yang mulai tumbuh harus dipertahankan melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh publik. Ia mengingatkan agar PSI tidak hanya berhenti pada komunikasi politik atau pernyataan-pernyataan semata. "Itu adalah pengingat bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan kerja nyata, bukan sekadar kata-kata," tegasnya.
Sebelumnya, Jokowi juga mengingatkan seluruh kader PSI agar tidak cepat berpuas diri dan terus memperkuat kerja politik di masyarakat. Ia menekankan bahwa perjuangan PSI tidak hanya berfokus pada perolehan kursi di parlemen, tetapi juga membangun kekuatan organisasi hingga ke akar rumput sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Pesan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di hadapan ribuan kader, Jokowi menegaskan bahwa PSI memiliki target yang lebih besar daripada sekadar memastikan keterwakilan di DPR RI. Meskipun demikian, ia memilih untuk tidak merinci sasaran yang dimaksud. "Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang ingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini," kata Jokowi.
Ia juga menjelaskan bahwa kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah kursi legislatif, tetapi juga dari kekokohan struktur organisasi hingga tingkat desa. "Yang saya targetkan, dari DPRD sampai kepengurusan desa terbentuk dan inilah kekuatan besar Partai Gajah," tegasnya.
Selain membahas target politik, Jokowi juga menitipkan pesan kepada seluruh kader PSI agar selalu hadir di tengah masyarakat. Ia meminta para kader untuk tidak hanya muncul saat momentum politik, tetapi juga aktif mendengarkan keluhan warga dan membantu mencarikan solusi. "Untuk seluruh kader dan pengurus, utamanya Kota Kupang, saya titip agar kita semuanya terus dan konsisten selalu berada di tengah-tengah rakyat, mendengar keluhan dan menyelesaikan masalah mereka," katanya.
Dalam arahannya, Jokowi juga mengingatkan agar setiap persoalan yang dihadapi masyarakat diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme organisasi partai. Ia meminta kader memanfaatkan struktur kepengurusan dari tingkat daerah hingga pusat sebelum meminta bantuan kepadanya. "Kalau bisa, selesaikan sendiri. Kalau nggak bisa disampaikan, minta bantuan kepada Ketua DPD. Kalau nggak bisa, minta bantuan kepada Ketua DPW. Kalau nggak bisa lagi, ke DPP," tambahnya.
Walaupun demikian, Jokowi tetap membuka ruang bagi kader yang mengalami kesulitan setelah semua jalur organisasi ditempuh. Namun, ia mengingatkan agar dirinya tidak dijadikan tujuan pertama setiap kali menghadapi persoalan. "Kalau nggak bisa juga, ke Solo juga tidak apa-apa. Tapi jangan dikit-dikit ke Solo," tandasnya.