Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

--- Kampus Siap Jadi Asisten Kepala Daerah Sesuai Arahan Prabowo ---

--- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengumumkan rencana pembentukan tim di setiap perguruan tinggi untuk membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai masala...

Gyan Kusuma 05 May 2026 20 pembaca liputan6.com liputan6.com
---
Kampus Siap Jadi Asisten Kepala Daerah Sesuai Arahan Prabowo

---
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
---TITLEEXCERPT--- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengumumkan rencana pembentukan tim di setiap perguruan tinggi untuk membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai masalah. ---CONTENT---

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa setiap kampus akan membentuk tim untuk membantu pemerintah daerah (pemda) dalam mengatasi permasalahan yang ada di wilayah mereka. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan keterlibatan dosen dan kampus dalam mendukung pemda.


Brian menjelaskan bahwa tim yang dibentuk di setiap perguruan tinggi akan berfungsi sebagai asisten kepala daerah. "Jadi Bapak Presiden tadi menanyakan perkembangan itu, jadi diharapkan setiap daerah provinsi maupun kota/kabupaten, itu kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya, membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan," ujarnya setelah rapat dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.


Lebih lanjut, Brian menyatakan bahwa Prabowo meminta agar kampus-kampus dapat membantu pemda di bidang yang sesuai dengan kebutuhan daerah, seperti penanganan sampah dan tata kota. Dia menambahkan bahwa peneliti dan guru besar yang memiliki keahlian di bidang tersebut dapat memberikan kontribusi melalui pengetahuan yang mereka miliki. "Bagaimana Pemda-Pemda bisa dibantu dibackup oleh kampus-kampus peneliti guru-guru besar yang bidangnya terkait ya seperti arsitektur untuk keindahan taman-taman, kemudian teknik lingkungan, teknik mesin untuk sampah dan sebagainya," jelasnya.


Brian juga menegaskan bahwa kementeriannya akan segera melakukan konsolidasi dengan kampus-kampus untuk membentuk tim yang dapat memberikan masukan dalam penyelesaian masalah di daerah. Ia menekankan pentingnya program ini lebih terstruktur agar semua kampus di Indonesia dapat berperan aktif. "Sehingga ini sesuai juga sejalan dengan program kami Kemendiktisantiek berdampak, jadi bagaimana penelitian pengajaran yang ada di kampus relevan dengan kebutuhan yang ada di daerah masing-masing," tambahnya.


Rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo pada 2 April 2026 juga membahas berbagai isu strategis nasional, termasuk peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan arah kebijakan pemerintah dan menyampaikan aspirasi dari serikat pekerja di seluruh Tanah Air.


Dengan adanya inisiatif ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menciptakan kebijakan yang tidak hanya melindungi tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, yang bersama-sama membahas langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.


Ke depan, diharapkan program ini dapat diimplementasikan dengan baik sehingga perguruan tinggi dapat berkontribusi secara langsung dalam menyelesaikan masalah di daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Artikel Terkait