Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

KBMI–KBPBI Tidak Rencanakan Aksi Oktober, Daeng Wahidin Ungkap Agenda Pertemuan dengan Kapolri

BEKASI – Presiden Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI), Daeng Wahidin, menyampaikan bahwa organisasinya maupun Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) belum memiliki agenda aksi unjuk....

Karim Abinaya 13 October 2026 69 pembaca kabarnetizenterkini.com kabarnetizenterkini.com
KBMI–KBPBI Tidak Rencanakan Aksi Oktober, Daeng Wahidin Ungkap Agenda Pertemuan dengan Kapolri
kabarnetizenterkini.com
BEKASI – Presiden Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI), Daeng Wahidin, menyampaikan bahwa organisasinya maupun Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) belum memiliki agenda aksi unjuk rasa lanjutan pada Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan di kawasan Jatimelati, Kota Bekasi, Senin (12/10/2026), yang membahas perkembangan pergerakan kelompok buruh.

Menurut Daeng, hingga pertemuan berlangsung, belum terdapat isu spesifik yang menjadi pemicu atau dasar bagi KBMI dan KBPBI untuk kembali menggelar aksi. Dengan demikian, rencana mobilisasi lanjutan pada bulan ini belum ditetapkan.

Keterangan tersebut menggambarkan posisi kedua organisasi hingga 12 Oktober 2026. Belum adanya agenda aksi tidak berarti seluruh kelompok buruh mengambil sikap serupa ataupun menutup kemungkinan munculnya agenda baru.

Di tengah belum adanya rencana unjuk rasa, Daeng juga menyampaikan agenda perjalanan ke Jombang pada 13–15 Oktober 2026 untuk mengikuti rapat koordinasi.

Menurut keterangannya, agenda tersebut berkaitan dengan undangan kepada koalisi buruh untuk melakukan pertemuan langsung dengan Kapolri. Namun, rincian waktu, peserta, dan pokok pembahasan pertemuan belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.

Agenda komunikasi itu menjadi perkembangan yang patut dicermati dalam hubungan antara organisasi buruh dan kepolisian. Pertemuan langsung dapat membuka ruang penyampaian aspirasi sekaligus pembahasan mengenai dinamika gerakan buruh.

Untuk sementara, pesan utama dari keterangan Daeng adalah bahwa KBMI dan KBPBI belum menetapkan aksi lanjutan Oktober. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada keputusan organisasi serta isu yang muncul.

Artikel Terkait