Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Keberagaman dan Kebersamaan: Idul Fitri di Masjid At-Thohir, Los Angeles

Hari Raya Idul Fitri di Masjid At-Thohir menjadi simbol persatuan bagi komunitas Muslim Indonesia di Los Angeles, menyatukan berbagai latar belakang dalam suasana penuh kehangatan.

Aruna Sasmita 23 March 2026 18 pembaca liputan6.com liputan6.com
Keberagaman dan Kebersamaan: Idul Fitri di Masjid At-Thohir, Los Angeles
liputan6.com

Suasana Hari Raya Idul Fitri di Masjid At-Thohir, Los Angeles, menjadi titik pertemuan yang hangat bagi umat Muslim Indonesia. Dalam perayaan yang berlangsung dengan sederhana namun penuh makna ini, diaspora Muslim berkumpul untuk merayakan kebersamaan dan memperkuat ikatan antaranggota komunitas. Perayaan yang dilaksanakan pada tahun ini tidak hanya merupakan seremonial keagamaan, tetapi juga momen untuk mempererat persaudaraan antarumat.

Idul Fitri, yang jatuh pada 21 April 2023, dirayakan dengan penuh antusiasme oleh warga Indonesia dan masyarakat Muslim lainnya di Los Angeles. Acara ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk saling berbagi kebahagiaan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa. “Ini adalah waktu yang sangat spesial bagi kami, bisa berkumpul dengan teman-teman dan keluarga di sini,” kata salah satu peserta, Rizky, yang sudah lama tinggal di Los Angeles.

Masjid At-Thohir, yang menjadi pusat kegiatan bagi komunitas Muslim Indonesia, turut memfasilitasi berbagai acara, mulai dari salat Id hingga santunan bagi anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menciptakan atmosfer yang penuh keakraban. “Kita semua berasal dari latar belakang yang berbeda, tetapi hari ini kita bersatu untuk merayakan Idul Fitri,” ujar Siti, seorang pengurus masjid yang aktif dalam penyelenggaraan acara.

Perayaan ini juga mengundang kehadiran berbagai budaya yang melengkapi suasana. Beragam hidangan khas Indonesia, seperti ketupat dan opor, menghiasi meja perjamuan dan menjadi simbol keragaman kuliner yang dibawa oleh masing-masing keluarga. Hal ini menciptakan nuansa hangat yang mengingatkan mereka pada kampung halaman di Indonesia. “Melihat semua orang datang dengan berbagai makanan tradisional membuat saya merasa dekat dengan rumah,” ungkap Andi, seorang pengunjung yang sangat menikmati suasana tersebut.

Sebagai bagian dari dinamika multikultural Los Angeles, perayaan Idul Fitri di Masjid At-Thohir tidak hanya terbatas pada komunitas Muslim Indonesia. Banyak warga dari latar belakang berbeda turut hadir untuk merayakan dan belajar tentang tradisi yang sudah berlangsung sejak lama ini. “Ini adalah kesempatan bagi kami untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain,” kata John, seorang warga non-Muslim yang ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut.

Melihat ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk memperkuat tali silaturahmi di antara masyarakat. “Kami ingin masjid ini menjadi tempat tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang dapat menyatukan kita semua,” tambah Siti. Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman yang terjalin dalam momen Idul Fitri, diharapkan komunitas Muslim Indonesia akan semakin solid di Los Angeles.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait