Update
News

Kecelakaan Mobil Fortuner di Ciledug: Pengejaran Polisi Berujung Ricuh

Seorang pengemudi mobil Toyota Fortuner diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan melarikan diri dari pengejaran polisi, menyebabkan kecelakaan yang melibatkan beberapa pengendara sepeda motor.

Gyan Kusuma 13 June 2026 23 pembaca liputan6.com liputan6.com
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Aksi kejar-kejaran antara polisi dan pengemudi mobil Toyota Fortuner di Ciledug, Kota Tangerang, berakhir dengan kericuhan. Pengemudi tersebut menjadi sasaran amukan massa setelah menabrak beberapa pengendara sepeda motor.

Kronologi Kejadian

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa insiden ini bukanlah kecelakaan biasa, melainkan upaya pengemudi untuk melarikan diri dari pengejaran petugas. "Dalam proses pengejaran, kendaraan terduga pelaku diduga sempat menabrak beberapa pengendara motor hingga akhirnya berhenti setelah menabrak trotoar di kawasan Puribeta 2, Ciledug," jelas Budi dalam keterangannya pada Sabtu (13/6/2026).

Dia menambahkan bahwa reaksi masyarakat di lokasi kejadian sangat kuat, sehingga pengemudi harus dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan perawatan medis. Kejadian ini merupakan bagian dari tindakan penegakan hukum terkait dugaan penyalahgunaan narkoba oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan. "Saat ini perkara masih dalam penanganan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan dan informasi lebih lanjut masih didalami," ungkapnya.

Reaksi Masyarakat dan Penyelidikan Lanjutan

Sementara itu, Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Prasetyo Nugroho, menjelaskan awal mula terjadinya kericuhan. Menurutnya, peristiwa ini dimulai ketika petugas berusaha menangkap pengemudi, namun dia berusaha melarikan diri. "Terus dia masih ada di mobil nah mau kita tangkap, dia berusaha melarikan diri. Kita kejar sama anggota kita," kata Prasetyo.

Selama pengejaran, banyak warga yang menyaksikan peristiwa tersebut dan meneriaki pengemudi sebagai maling. "Terus mungkin ada masyarakat yang lihat, masyarakat yang lihat langsung teriak maling-maling gitu," tambahnya. Prasetyo juga mengungkapkan bahwa pengemudi diduga terlibat dalam penyalahgunaan obat terlarang, termasuk tembakau sinte. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai peran pria tersebut. "Ini masih dalam kita dalamin ini dia. Entah-entah itu dia sebagai pengguna atau yang lainnya masih kita dalamin. Karena pun masih kita dalam pemeriksaan," tutupnya.

Artikel Terkait