Di tengah upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, populasi ikan sapu-sapu di Kali Cideng masih mencolok perhatian. Masyarakat yang melintas di area tersebut dapat melihat ikan-ikan ini berenang dengan bebas di aliran sungai, meskipun lingkungan sekitarnya telah dibersihkan. Ini menandakan bahwa spesies ini memiliki daya tahan yang cukup baik di habitat perkotaan yang padat seperti Jakarta.
Kegiatan pembersihan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas lingkungan di sungai-sungai perkotaan. Salah satu petugas yang terlibat dalam pembersihan tersebut, Agus Prasetyo, menjelaskan, "Kami berupaya keras untuk mengurangi sampah dan limbah di Kali Cideng agar ekosistemnya lebih baik. Namun, ikan sapu-sapu tetap terlihat banyak, menunjukkan bahwa mereka mampu bertahan." Hal ini menunjukkan bahwa meskipun lingkungan sekitar telah dibersihkan, ikan sapu-sapu tetap bertahan dan menjadi bagian dari ekosistem lokal.
Menurut catatan, ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies yang cukup adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Mereka dapat hidup di perairan yang tercemar serta dapat menghirup oksigen dari udara. Dengan karakteristik tersebut, tidak mengherankan ketika banyak dari mereka masih terlihat beraktivitas di Kali Cideng walaupun di tengah upaya pembersihan. Para ahli lingkungan juga menggarisbawahi pentingnya peran ikan sapu-sapu dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai.
Salah satu masyarakat setempat, Budi Santoso, menyampaikan, "Saya suka melihat ikan sapu-sapu di sungai. Mereka selalu ada ketika saya berjalan di sini. Semoga pemerintah terus memperhatikan kebersihan sungai supaya ikan-ikan ini tetap bisa hidup." Pandangan masyarakat seperti Budi menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, keberadaan ikan sapu-sapu juga memiliki dampak positif bagi pendidikan lingkungan. Sekolah-sekolah di sekitar kawasan tersebut seringkali mengadakan kegiatan belajar di sekitar Kali Cideng untuk mengenalkan siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan spesies lokal. "Melihat ikan sapu-sapu membantu anak-anak memahami pentingnya konservasi dan menjaga alam," jelas kepala salah satu sekolah setempat, Ibu Dwi.
Dengan keberadaan ikan sapu-sapu yang masih terlihat di Kali Cideng, harapan untuk perlunya kebijakan yang lebih berpihak pada pelestarian lingkungan semakin menguat. Upaya-upaya pembersihan dan kesadaran masyarakat yang meningkat diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih baik, tidak hanya untuk ikan sapu-sapu tetapi juga untuk flora dan fauna lainnya di kali tersebut.
Secara keseluruhan, meski berhasil dibersihkan, keberadaan ikan sapu-sapu di Kali Cideng menunjukkan daya tahan dan adaptasi spesies ini terhadap kondisi perkotaan. Ke depannya, dapat dipastikan akan ada lebih banyak inisiatif untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sungai, agar kehidupan hewan dan tumbuhan di dalamnya dapat terjaga dengan baik.