Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

--- Kejaksaan Agung Didorong untuk Tindak Korporasi dalam Kasus Korupsi MBG ---

--- Kejaksaan Agung diminta untuk bertindak tegas dalam menangani kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjerat korporasi sebagai subjek hukum dan menerapkan pasal Tindak Pid...

Bima Candrakumara 22 October 2026 56 pembaca jpnn.com jpnn.com
Kejagung Didorong Jerat Korporasi Terlibat Korupsi MBG dan Miskinkan Pelaku Pakai TPPU
Kejagung Didorong Jerat Korporasi Terlibat Korupsi MBG dan Miskinkan Pelaku Pakai TPPU
---TITLEEXCERPT--- Kejaksaan Agung diminta untuk bertindak tegas dalam menangani kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menjerat korporasi sebagai subjek hukum dan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang. ---CONTENT---

Jakarta - Penanganan kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan tindakan tegas dari Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Kejagung didorong untuk tidak ragu dalam menetapkan korporasi sebagai subjek hukum pidana dan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) guna memiskinkan para pelaku serta melindungi keuangan negara.

Pentingnya Penindakan Terhadap Korporasi

Hery Firmansyah, seorang pengamat hukum dari Universitas Tarumanagara, menekankan bahwa dalam skema kejahatan ekonomi yang berdampak luas dan menimbulkan kerugian signifikan, penegakan hukum tidak boleh hanya berhenti pada individu di lapangan. Penindakan juga harus menyasar korporasi yang berfungsi sebagai penerima manfaat (beneficial owner). "Dalam suatu sistem, apalagi nilai kejahatannya tak sedikit, tentu penerapan terhadap korporasi yang bertindak selaku beneficial owner atau penerima manfaat dalam tindak pidana ekonomi perlu sekali untuk menyelesaikan sampai ke akar persoalan, yaitu produsennya. Dengan ditetapkannya korporasi sebagai subjek hukum dalam KUHP baru semakin memperkuat dalil tersebut," ungkap Hery.

Strategi Penelusuran Aset

Hery menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan biasanya berusaha menyembunyikan dan mengaburkan harta hasil korupsi. Oleh karena itu, penggunaan pasal TPPU dan penelusuran aset (asset tracing) menjadi instrumen yang sangat penting untuk memastikan proses perampasan aset kejahatan berjalan dengan efektif. "Perlu juga tracing aset kejahatan dalam upaya penyitaan barang yang berkaitan dengan tindak pidana, yang kita tahu akan diusahakan disembunyikan oleh pelaku kejahatan. Maka penerapan pasal TPPU perlu dipertimbangkan agar eksekusi terhadap kejahatan sejenis dapat berjalan secara baik," jelasnya.

Lebih lanjut, Hery menekankan perlunya ketelitian penyidik Kejagung dalam mengonstruksikan perbuatan pidana dan memperkuat alat bukti. Pemenuhan alat bukti yang solid menjadi kunci utama untuk melacak dan menyita seluruh aset bernilai ekonomis yang berasal dari hasil tindak pidana. "Penting untuk memastikan perbuatan pidananya apa dan alat bukti yang ada dalam perkara tersebut, sehingga ujungnya dapat menemukan barang bukti yang digunakan, yang dalam hal ini adalah aset yang merupakan hasil kejahatan," tutup Hery.

Artikel Terkait