Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
Politik

Kemasan Ramah Lingkungan: Puan Maharani Dorong Penggunaan Daun untuk UMKM

Puan Maharani menyatakan bahwa penggunaan kemasan berbahan daun dapat menjadi solusi untuk mengurangi biaya kemasan plastik bagi pelaku UMKM.

Aruna Sasmita 15 April 2026 26 pembaca sorotpolitik.kompas.com sorotpolitik.kompas.com
Kemasan Ramah Lingkungan: Puan Maharani Dorong Penggunaan Daun untuk UMKM
sorotpolitik.kompas.com

Puan Maharani, Ketua DPR RI, menegaskan pentingnya inovasi dalam kemasan produk untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Di tengah tingginya harga plastik yang berdampak pada operasional UMKM, penggunaan kemasan alami seperti daun dapat menjadi alternatif yang berkelanjutan.

Dalam pernyataannya, Puan mengatakan, “Kemasan berbahan daun tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan pelaku UMKM untuk kemasan plastik.” Menurutnya, inovasi ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi produk lokal.

Puan menjelaskan, penggunaan kemasan daun dapat mengurangi ketergantungan pada plastik yang sulit terurai dan mencemari lingkungan. Dengan beralih ke kemasan alami, UMKM tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan tetapi juga dapat menarik minat konsumen yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.

“Saya mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan bahan-bahan alami dalam pengemasan produk mereka. Selain lebih murah, kemasan dari daun menciptakan citra positif bagi produk yang dihasilkan,” ungkap Puan saat menghadiri acara peluncuran program pendampingan UMKM di Jakarta.

Puan juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan kepada pelaku UMKM dalam hal penelitian dan pengembangan kemasan ramah lingkungan. Hal ini bertujuan agar para pelaku usaha kecil mendapatkan akses yang lebih baik terhadap teknologi dan pengetahuan terkait penggunaan bahan-bahan alami.

Lebih lanjut, dalam acara tersebut hadir beberapa perwakilan UMKM yang telah menerapkan kemasan daun dalam produk mereka. Salah satu pelaku UMKM, Budi, menyatakan, “Dengan menggunakan kemasan daun, biaya yang saya keluarkan untuk kemasan menurun dan konsumen pun lebih menyukai produk saya karena lebih alami.”

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat sektor UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Puan berharap, dengan adanya inovasi ini, UMKM dapat berdaya saing lebih tinggi baik di pasar domestik maupun internasional.

Kedepannya, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang beralih ke kemasan ramah lingkungan untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan meningkatkan daya saing produk lokal. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang mendorong keberlanjutan dalam sektor UMKM.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait