Suasana di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, terlihat lebih hidup dari biasanya pada hari Minggu (10/5/2026) pagi. Ini adalah pelaksanaan perdana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan tersebut. Sejak pagi, banyak warga memenuhi jalanan untuk berolahraga dan bersantai bersama keluarga.
Keramaian terlihat di depan Plaza Festival, di mana warga berlari, berjalan santai, bersepeda, dan bahkan membawa stroller anak-anak untuk menikmati suasana yang bebas dari kendaraan. Di lokasi tersebut, terdapat panggung senam dan pertunjukan ondel-ondel yang menarik banyak pengunjung untuk berfoto.
Antusiasme Warga dan Pedagang Kaki Lima
Salah seorang pengunjung, Soni (24), mengaku datang pagi ini karena penasaran dengan CFD perdana di Jalan Rasuna Said. “Tahu dari medsos dan berita, jadi sengaja datang pagi ini untuk jalan-jalan sambil jajan,” ujarnya. Selain menjadi tempat berolahraga, kawasan CFD juga dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai makanan dan jajanan khas Betawi.
Program Pemerintah dan Gerakan Pilah Sampah
Pada kesempatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meluncurkan beberapa program, termasuk rangkaian perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-499. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa pemilihan Jalan Rasuna Said sebagai lokasi CFD baru merupakan bagian dari upaya menghadirkan ikon baru bagi ibu kota. “Kenapa diadakan di Jalan Rasuna Said ini? Kami ingin memperlihatkan kepada publik bahwa Jakarta sedang berbenah untuk mempunyai ikon baru di jalan ini,” ungkap Pramono.
Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta juga memulai gerakan pilah sampah secara serentak di lima wilayah kota administrasi dan Kepulauan Seribu. Warga terlihat antusias membawa sampah masing-masing untuk dimasukkan ke tempat sampah sesuai jenisnya. Pemprov bahkan menyiapkan suvenir bagi warga yang membawa sampah anorganik. “Mengadakan kegiatan pilah sampah sesuai dengan instruksi gubernur. Dan kegiatan ini tidak setengah-setengah karena semuanya berjalan serentak di lima kota dan juga di Pulau Seribu untuk melakukan pilah sampah,” jelas Pramono.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota global. “Sekali lagi, Jakarta sebagai kota global berbudaya, tentunya kita akan menyambut itu. Tapi yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga Jakarta tetap bersih, terutama dari sampah. Jaga Jakarta: bersih, pilah sampah akan menjadi gerakan yang masif di Jakarta,” tutupnya.