Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya, Kompolnas Harapkan Peningkatan Layanan Publik

Komisi Kepolisian Nasional memberikan tanggapan positif terhadap kenaikan pangkat Kapolda Metro Jaya menjadi jenderal bintang tiga, berharap hal ini berdampak pada kualitas pelayanan masyarakat.

Dewa Raka 14 May 2026 18 pembaca liputan6.com liputan6.com
Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya, Kompolnas Harapkan Peningkatan Layanan Publik
Anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam mengungkap isi sidang etik mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Bintoro yang tersandung kasus dugaan pemerasan terhadap anak bos Prodia. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan respon terhadap perubahan kepemimpinan di Polda Metro Jaya, yang kini dipimpin oleh seorang jenderal berpangkat bintang tiga. Kenaikan pangkat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Mohammad Choirul Anam, salah satu komisioner Kompolnas, menyatakan bahwa dengan peningkatan pangkat dari bintang dua menjadi bintang tiga, seharusnya diimbangi dengan peningkatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Dengan kenaikan pangkat dari bintang dua menjadi bintang tiga itu diimbangi dengan peningkatan pelayanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat, kepada komponen atau entitas masyarakat yang ada di wilayah kerja Polda Metro Jaya," ungkap Choirul Anam pada Kamis, 14 Mei 2026.

Tantangan di Polda Metro Jaya

Choirul Anam juga menekankan bahwa Polda Metro Jaya menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan wilayah lain, mengingat kompleksitas dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang ada. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik seiring dengan perubahan status pimpinan menjadi Komisaris Jenderal.

"Semoga ini menjadi sinyal yang baik untuk pelayanan masyarakat," tambahnya.

Informasi Kenaikan Pangkat

Polda Metro Jaya kini resmi dipimpin oleh Asep Edi Suheri, yang sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dan kini telah menjadi Komisaris Jenderal (Komjen). Kenaikan pangkat ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 yang ditetapkan pada 13 Mei 2026, sebagaimana disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Asep Edi Suheri lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 dan dikenal memiliki pengalaman yang luas dalam bidang reserse dan penegakan hukum, termasuk dalam pengungkapan kasus siber, narkotika, dan kejahatan lintas negara. Sebelumnya, Asep diangkat sebagai Kapolda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025, menggantikan Komjen Pol. Karyoto yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Artikel Terkait