Partai NasDem di Sulawesi Selatan sedang memperkuat konsolidasi di dalam partai menyusul fenomena sejumlah kepala daerah yang memilih untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Syaharuddin Alrif, Ketua DPW NasDem Sulsel, menyatakan bahwa partainya tidak dapat menghalangi pilihan politik yang diambil oleh setiap kader. Namun, NasDem percaya bahwa kader-kadernya masih memiliki komitmen untuk tetap bersama partai.
"Masalah politik adalah urusan pribadi. Ketika dia sudah menentukan pilihan politik, beralih ke partai lain, saya kira tidak bisa dihalangi," ungkap Syaharuddin usai acara pembukaan Bimtek dan Konsolidasi Anggota Fraksi serta Ketua DPD NasDem se-Sulsel di Hotel Claro Makassar pada Minggu (30/8/2026). Pernyataan ini disampaikan di tengah perpindahan beberapa kepala daerah di Sulsel ke Gerindra.
Perpindahan Kepala Daerah ke Gerindra
Pada 4 Agustus 2026, lima bupati dilantik sebagai Ketua DPC Gerindra di daerah masing-masing. Mereka adalah Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Bupati Enrekang Muhammad Yusuf Ritangnga, Bupati Wajo Andi Rosman, Bupati Kepulauan Selayar Natsir Ali, dan Bupati Sinjai Ratnawati Arif. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dalam Rakorda Gerindra Sulsel di Makassar. Beberapa kepala daerah tersebut sebelumnya memiliki kedekatan dengan partai lain, seperti Muhammad Yusuf Ritangnga yang merupakan mantan kader NasDem, dan Natsir Ali yang sebelumnya dikenal sebagai kader Golkar.
Kader NasDem yang Murni
Syaharuddin menegaskan bahwa kepala daerah yang saat ini berada di bawah naungan NasDem adalah kader yang telah dibangun melalui proses panjang di internal partai. "Kepala daerah NasDem yang ada sekarang ini adalah kader murni di Partai NasDem," jelasnya. Dia juga menambahkan bahwa lobi dan negosiasi dalam politik adalah hal yang wajar, namun tetap optimis bahwa kader NasDem akan memegang komitmen dan amanah yang diberikan oleh partai.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya kader NasDem yang akan berpindah partai dalam waktu dekat, Syaharuddin menjawab dengan tegas, "Tidak ada."
NasDem saat ini memiliki sejumlah kepala daerah yang berstatus kader partai di Sulsel, di antaranya Syaharuddin Alrif sebagai Bupati Sidrap, Irwan Bachri Syam sebagai Bupati Luwu Timur, Irwan Hamid sebagai Bupati Pinrang, Tasming Hamid sebagai Wali Kota Parepare, Yusran Lalogau sebagai Bupati Pangkep, dan Paris Yasir sebagai Bupati Jeneponto. Namun, terdapat ketidaksesuaian dalam jumlah yang disebutkan, karena Syaharuddin menyebutkan tersisa lima kepala daerah, sementara daftar yang disebutkan berjumlah enam.
Persiapan Menuju Pemilu 2029
Di tengah dinamika perpindahan kader, NasDem Sulsel tidak hanya berupaya menjaga soliditas internal, tetapi juga mempersiapkan mesin politik untuk menghadapi Pemilu 2029. Syaharuddin menjelaskan bahwa Bimtek dan konsolidasi anggota Fraksi NasDem se-Sulsel merupakan bagian dari persiapan tersebut. "Ini (bimtek) bagian dari persiapan Pemilu. Dan ini bukan hampir tiap bulan, hampir tiap minggu kita rapat Zoom (virtual) untuk mengonsolidasi," ujarnya.
Konsolidasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperbesar perolehan kursi legislatif. "Ilmu, kemudian informasi, dan target yang kita mau capai, yaitu terus menambah kursi," tambah Syaharuddin. Saat ini, NasDem memiliki 17 kursi di DPRD Sulsel dan menargetkan peningkatan menjadi 24 kursi pada Pemilu mendatang. "Untuk DPR RI, kita mau tambah. Dari lima, minimal tambah menjadi tujuh," tegasnya.
Syaharuddin meyakini bahwa konsistensi kader dalam menjalankan amanah politik akan menjadi salah satu modal partai dalam menghadapi Pemilu 2029. Dia menekankan bahwa perjuangan untuk mendapatkan kursi legislatif membutuhkan tenaga, waktu, pikiran, dan biaya, sehingga setiap keputusan politik yang diambil harus dipertimbangkan dengan matang. "Kalau sistem berjuang, ya pasti masyarakat akan melihat, 'Oh, bagus ini,' karena konsisten, tidak ada yang lari," pungkasnya.