Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, menanggapi hasil survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada periode 1–10 Oktober 2026. Survei tersebut menunjukkan rendahnya dukungan pemilih partai politik parlemen terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam simulasi semi-terbuka. Anshar menilai bahwa hasil survei tersebut perlu dianalisis secara proporsional dan tidak boleh langsung disimpulkan bahwa dukungan masyarakat terhadap Prabowo mengalami penurunan secara keseluruhan.
Menurut Anshar, survei merupakan gambaran opini publik pada suatu periode tertentu, sementara dinamika politik dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah terus berubah. Ia menyatakan, “Survei tentu perlu dihormati sebagai salah satu instrumen untuk membaca opini publik. Namun, hasilnya harus ditempatkan sesuai konteks, metode, dan pertanyaan yang digunakan. Jangan sampai satu simulasi pilihan calon langsung digeneralisasi sebagai gambaran utuh dukungan rakyat terhadap Presiden Prabowo.”
Pertimbangan dalam Membaca Hasil Survei
Anshar juga menegaskan bahwa pilihan responden dalam simulasi calon presiden tidak selalu mencerminkan penilaian mereka terhadap kinerja pemerintahan. Masyarakat memiliki beragam pertimbangan politik, termasuk preferensi terhadap figur lain, tanpa berarti menolak program atau kebijakan pemerintah yang sedang berjalan. Ia menjelaskan, “Memilih partai dan memilih calon presiden merupakan dua hal yang berkaitan, tetapi tidak selalu berjalan linear. Karena itu, hasil simulasi pilihan calon tidak bisa langsung dijadikan satu-satunya dasar untuk menilai kekuatan politik maupun legitimasi kepemimpinan Presiden Prabowo.”
Evaluasi dan Tanggung Jawab Relawan
Anshar juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap pemerintahan tidak seharusnya hanya dilihat dari sudut pandang kalkulasi elektoral. Ia berpendapat bahwa hal yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah, terutama dalam aspek ekonomi, kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja, pembangunan perumahan, serta berbagai program prioritas nasional.
Sebagai Ketua Umum Logis 08, sebuah organisasi relawan yang mendukung Prabowo pada Pilpres 2024, Anshar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda pemerintahan dan mendorong komunikasi publik yang lebih efektif mengenai program-program pemerintah. Ia menyatakan bahwa hasil survei seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan relawan, untuk memperkuat sosialisasi kebijakan dan memastikan program yang dijalankan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Kalau ada hasil survei yang menunjukkan dukungan belum optimal, respons terbaik bukan sekadar berdebat soal angka, melainkan menjadikannya bahan evaluasi. Pemerintah perlu terus bekerja, memperbaiki hal-hal yang masih kurang, dan memastikan manfaat kebijakan semakin nyata bagi rakyat,” ungkap Anshar. Ia menambahkan bahwa relawan tidak hanya hadir saat momentum pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat, menyampaikan informasi yang benar, menyerap aspirasi, serta memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah.
“Bagi kami, dukungan kepada Presiden Prabowo harus diwujudkan melalui kerja nyata. Kami ingin program pemerintah berhasil, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan kepercayaan publik semakin kuat. Kritik yang berbasis data harus dijawab dengan kinerja dan perbaikan, bukan dengan polemik yang tidak produktif,” tutup Anshar. Ia menekankan bahwa dinamika survei merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, sehingga hasil survei perlu disikapi secara terbuka, kritis, dan proporsional, sembari memberikan ruang bagi pemerintah untuk membuktikan kinerjanya melalui pelaksanaan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.