Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Sumenep, Lima Penumpang Tewas

Kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Utara Sumenep, Jawa Timur, mengakibatkan lima penumpang meninggal dunia, sementara 227 lainnya berhasil diselamatkan.

Karim Abinaya 03 August 2026 62 pembaca jpnn.com jpnn.com
KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Sumenep, 5 Penumpang Meninggal Dunia
KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Sumenep, 5 Penumpang Meninggal Dunia

Sebanyak 232 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang mengalami kebakaran di perairan Utara Sumenep, Jawa Timur, telah dievakuasi hingga Minggu sore, pukul 18.00 WIB. Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan bahwa dari jumlah tersebut, 227 orang berhasil selamat, sedangkan lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, menyampaikan bahwa evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan beberapa kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. "Data sementara hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 232 orang, terdiri atas 227 selamat dan lima meninggal dunia," jelas Nanang di Surabaya pada hari Minggu.

Proses Evakuasi yang Melibatkan Banyak Kapal

Nanang mengungkapkan bahwa kapal KM Meratus Pematang Siantar menjadi yang paling banyak mengevakuasi korban, dengan total 111 orang, di mana 109 di antaranya selamat dan dua lainnya meninggal dunia. Kapal tersebut dalam perjalanan menuju Surabaya dan diperkirakan akan tiba sekitar pukul 21.00 WIB untuk melakukan intercept dengan KN SAR 249 Permadi.

Selain itu, TB Hasnur 26 berhasil mengevakuasi 66 orang, terdiri dari 65 selamat dan satu meninggal dunia. Kapal Transco Arafura mengevakuasi 17 orang selamat, sedangkan KM Meratus Project 3 mengevakuasi 14 orang, dengan rincian 13 selamat dan satu meninggal dunia. Kapal Prakarsa Mas, SC Aila XVII, dan Selaras Mas masing-masing mengevakuasi tujuh orang selamat, sementara British Mentor mengevakuasi dua orang selamat dan Alcon Daniel membawa satu korban yang meninggal dunia.

Kapal yang Masih Menunggu Proses Penjemputan

Nanang juga menyatakan bahwa beberapa kapal yang masih membawa korban, seperti TB Hasnur 26, Transco Arafura, KM Meratus Project 3, SC Aila XVII, dan Alcon Daniel, sedang menunggu proses penjemputan oleh tim SAR. Dalam operasi penyelamatan ini, Basarnas mengerahkan KN SAR 249 Permadi, RIB 01 Sumenep, serta melibatkan KRI Nala 363 (Armada II) dan kapal-kapal niaga lainnya yang berada di sekitar lokasi untuk mempercepat proses penyelamatan korban.

Artikel Terkait