PT Bank Mandiri Taspen dan Petrokimia Gresik (Persero) memperkuat kolaborasi mereka dengan menandatangani nota kesepahaman yang mencakup berbagai aspek layanan perbankan, pengembangan ekosistem bisnis, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penandatanganan ini dilaksanakan di Jakarta dan bertujuan untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan perbankan Petrokimia Gresik, tetapi juga menciptakan ekosistem yang bermanfaat bagi karyawan, pensiunan, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
Fokus pada Karyawan Purnabakti
Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah memberikan pendampingan kepada karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Menurutnya, kebutuhan purnabakti tidak hanya terbatas pada akses pembiayaan, tetapi juga mencakup dukungan agar mereka tetap produktif setelah pensiun. “Yang harus dibentuk adalah sebuah ekosistem. Bank Mandiri Taspen fokus pada Pensiunan dan Senior Citizen ekosistem, baik yang memasuki masa pensiun lima, 10 maupun 20 tahun ke depan,” ungkap Noer.
Dia menambahkan bahwa sinergi dengan PT Petrokimia Gresik akan memperluas program pendampingan melalui pengembangan usaha dan kegiatan sosial yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi. Salah satu peluang yang sedang dijajaki adalah pengembangan sektor pertanian dan ekosistem usaha, termasuk melalui kios nonsubsidi serta kegiatan komersial yang melibatkan pelaku usaha dan masyarakat.
Pengembangan Ekosistem Bisnis Agroindustri
Noer berharap nota kesepahaman ini dapat segera ditindaklanjuti dengan program-program konkret sehingga manfaat dari kerja sama ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menyatakan bahwa Bank Mandiri Taspen merupakan mitra strategis dalam memperluas sinergi. Dia menekankan bahwa ruang kerja sama ini lebih dari sekadar hubungan bisnis, melainkan juga menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
Adityo menjelaskan bahwa dari sisi korporasi, sinergi ini dapat mencakup layanan transaksional, pengelolaan dana, optimalisasi layanan perbankan, serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. “PT Petrokimia Gresik (Persero) merupakan mitra strategis. Tidak hanya membangun hubungan bisnis, tetapi bagaimana menciptakan nilai besar bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat,” ujarnya.
Dia juga menyoroti perhatian perusahaan terhadap karyawan yang mendekati masa purnatugas, mengingat sekitar 90 persen karyawan perusahaan berusia di bawah 40 tahun. Dengan komposisi tersebut, banyak karyawan yang diperkirakan baru akan memasuki masa pensiun dalam 10-15 tahun ke depan. Oleh karena itu, perusahaan mulai mempersiapkan program agar karyawan tetap mandiri dan produktif setelah pensiun, termasuk program pembekalan prapensiun dan pengembangan kewirausahaan yang menjadi bagian dari kerja sama dengan Bank Mandiri Taspen.
Selain itu, kolaborasi antara kedua perusahaan ini juga membuka peluang untuk mengembangkan ekosistem bisnis agroindustri, termasuk paket usaha bagi distributor dan peritel serta skema usaha yang dapat memperkuat rantai pasok agroindustri. Langkah ini sejalan dengan bisnis Petrokimia Gresik yang beroperasi di sektor agroindustri, diharapkan dapat mendukung ketersediaan produk sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Dalam hal tanggung jawab sosial dan lingkungan, kedua perusahaan juga berencana untuk berkolaborasi dalam program-program yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Adityo berharap kerja sama ini dapat segera diwujudkan melalui program yang terukur dan dapat diimplementasikan. “Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada kebutuhan perbankan dan persiapan purnatugas, tetapi berkembang menjadi pembangunan ekosistem bisnis yang luas dan memberikan manfaat nyata bagi kedua perusahaan maupun masyarakat,” tutupnya.