Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Kongres Syarikat Islam ke-42 Resmi Dibuka dengan Fokus pada Ekonomi Umat

Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 dibuka pada hari Minggu, 18 Oktober 2026, di Surabaya, dengan mengusung lima pilar ekonomi umat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi m...

Kalula Putri 19 October 2026 64 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Ilustrasi. Menkop Ferry Juliantono dalam pembukaan Kongres Syarikat Islam ke-42 di Surabaya menyebut hasil kongres bakal melahirkan keputusan yang bermanfaat bagi umat Islam dan kepentingan bangsa, negara, dan umat secara global. (Kemenkop) Kemenkop
Ilustrasi. Menkop Ferry Juliantono dalam pembukaan Kongres Syarikat Islam ke-42 di Surabaya menyebut hasil kongres bakal melahirkan keputusan yang bermanfaat bagi umat Islam dan kepentingan bangsa, negara, dan umat secara global. (Kemenkop) Kemenkop

Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 resmi dibuka pada hari ini, Minggu (18/10), di Surabaya, Jawa Timur. Acara ini mengedepankan lima pilar ekonomi umat, yaitu ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi dan keberlanjutan, serta kewirausahaan umat.

Acara pembukaan dihadiri oleh Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, dan Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva. Kongres ini berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 Oktober 2026.

Tema dan Tujuan Kongres

Kongres mengusung tema 'Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati' dengan penekanan pada lima pilar utama ekonomi umat. Ferry Juliantono menyatakan, "Rangkaian kegiatan kongres akan melahirkan keputusan strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam di Indonesia, melainkan juga berkontribusi bagi kepentingan bangsa, negara, serta umat secara global. Selain di dalam negeri, perjuangan ini juga tidak melupakan saudara-saudara kita di Palestina."

Inisiatif untuk Masyarakat

Ferry juga menambahkan bahwa Syarikat Islam akan mengaktifkan seluruh cabangnya untuk membantu masyarakat terhindar dari jeratan pinjaman ilegal, memberikan bantuan pangan, serta menangani masalah kemiskinan. Dalam hal koperasi, Syarikat Islam mendorong pendirian koperasi yang mendukung pesantren, koperasi syariah, dan koperasi yang berbasis masjid serta tempat ibadah.

Pilar zakat dan wakaf akan difokuskan pada pengelolaan yang lebih produktif. Sementara itu, di bidang ekonomi syariah, Syarikat Islam berupaya meningkatkan literasi, memperluas inklusi keuangan syariah, dan mencetak lebih banyak pengusaha muslim. "Potensi yang dimiliki sangat besar, mengingat jumlah umat muslim di Indonesia serta sejarah panjang perjuangan Syarikat Islam," tutup Ferry.

Artikel Terkait