Guntur Romli, seorang politisi dari PDI Perjuangan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap aktivitas akun Instagram Joko Widodo yang tampak memposting ulang konten tentang Melva Pardede. Isu ini muncul setelah tangkapan layar menunjukkan bahwa akun Instagram Jokowi mengunggah ulang informasi terkait Melva Pardede.
Melalui akun Threads pribadinya, Guntur Romli mempertanyakan maksud admin akun Instagram Jokowi dalam membagikan konten tersebut. Ia menulis, “Admin Akun IG Jokowi Ikut Sebarkan Foto Hoax Melva Kader PDIP?” Guntur menegaskan bahwa foto yang menjadi dasar tuduhan terhadap Melva Pardede telah terbukti sebagai hasil rekayasa artificial intelligence (AI) dan bukan foto asli. “Padahal, foto yg menjadi dasar tuduhan itu sudah jelas-jelas hasil rekayasa AI—bukan foto asli,” ujarnya.
Potensi Fitnah dan Adu Domba
Guntur juga mempertanyakan tujuan dari unggahan tersebut, bahkan mencurigai bahwa konten itu bisa digunakan untuk memfitnah atau memecah belah internal PDI Perjuangan. “Apa tujuannya? Memfitnah dan mau adu domba PDI Perjuangan?” tegasnya.
Pembantahan Status Melva Pardede
Nama Melva Pardede kembali menjadi sorotan publik setelah muncul foto dirinya mengenakan atribut PDI Perjuangan, yang kemudian memicu spekulasi bahwa ia merupakan kader partai tersebut. Namun, John Sitorus, seorang kader PDI Perjuangan, segera membantah informasi tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks.
Dalam unggahan di akun X pribadinya, John Sitorus menegaskan bahwa Melva Pardede bukanlah kader PDI Perjuangan. Ia menjelaskan bahwa foto Melva dengan atribut partai adalah hasil rekayasa AI. John memberikan beberapa poin untuk mendukung bantahannya. “HOAX, Melva Pardede kader PDI Perjuangan,” tulisnya.
John menguraikan alasan-alasannya, antara lain bahwa foto tersebut merupakan hasil kreasi AI, di mana kemeja PDI Perjuangan tidak menggunakan logo bertuliskan “PDIP”, melainkan “PDI Perjuangan”. Selain itu, hasil penelusuran menggunakan Google Lens tidak menemukan foto Melva mengenakan pakaian merah tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Melva tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) dan tidak terdaftar sebagai kader resmi partai.
Lebih lanjut, John membantah bahwa Melva merupakan relawan resmi Pram-Doel, meskipun ia mengakui bahwa Melva bisa saja menjadi simpatisan. John juga menolak kabar yang menyebut Melva sebagai My Esti, dengan alasan bahwa My Esti bukanlah orang Batak. Ia menambahkan bahwa Melva adalah sosok yang sering terlibat dalam demonstrasi di berbagai lokasi dan kadang-kadang mengklaim sebagai perwakilan dari komunitas tertentu. “Melva Pardede hanyalah orang yang sering ikut demo dimana2, kadang mengaku diri sebagai perwakilan komunitas Ojol dll untuk sering muncul didepan kamera,” ujarnya.