Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

KPK Amankan Rp 335 Juta Dalam Operasi Tangkap Tangan Bupati Tulungagung, Diduga Terkait Pemerasan Senilai Rp 2,7 Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Tulungagung, dengan menyita uang tunai Rp 335 juta yang diduga bagian dari praktik pemerasan.

Arya Yudhistira 12 April 2026 13 pembaca liputan6.com liputan6.com
KPK Amankan Rp 335 Juta Dalam Operasi Tangkap Tangan Bupati Tulungagung, Diduga Terkait Pemerasan Senilai Rp 2,7 Miliar
liputan6.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung di Jawa Timur, yang terjadi pada hari Selasa lalu. Dalam tindakan ini, KPK berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 335 juta. Uang tersebut diduga kuat berkaitan dengan praktik pemerasan yang melibatkan total estimasi mencapai Rp 2,7 miliar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

OTT ini dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh KPK tentang dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Bupati dan sejumlah pihak lainnya. Menurut sumber internal KPK, praktik pemerasan ini diduga dilakukan dalam konteks penguasaan proyek-proyek pemerintahan yang melibatkan anggaran besar. "Kami mendapatkan data awal yang cukup kuat untuk melakukan tindakan ini," ungkap seorang pejabat KPK yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut, sumber tersebut menjelaskan bahwa modus operandi pemerasan ini melibatkan permintaan uang dalam jumlah besar dari sejumlah kontraktor yang ingin mendapatkan proyek pemerintah. "Kami masih mendalami jaringan dan aliran dana yang terlibat dalam kasus ini," tambahnya. KPK berkomitmen untuk menuntaskan penyidikan dan mencari tahu lebih jauh tentang keterlibatan pihak-pihak lain dalam praktik korupsi yang merugikan negara ini.

Saksi mata yang berada di lokasi saat OTT berlangsung mengungkapkan, "Suasana sangat tegang, banyak orang yang berkumpul untuk menyaksikan. Ketika KPK datang, semua orang terkejut." Petugas KPK langsung melakukan penggeledahan di lokasi yang diduga sebagai tempat transaksi pemerasan tersebut, dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk dokumen yang relevan.

Dalam perkembangan terbaru, KPK telah menetapkan Bupati Tulungagung sebagai tersangka dan memanggil sejumlah pihak lain untuk dimintai keterangan. Penegak hukum ini akan memfokuskan perhatian pada pengembangan kasus yang lebih luas, termasuk melibatkan pihak-pihak terkait yang berpotensi ikut serta dalam praktik pemerasan ini. "Proses hukum akan terus berjalan, dan kami berharap dapat mengungkap secara tuntas kasus ini untuk memberikan keadilan," ujar juru bicara KPK.

Dengan langkah ini, KPK menunjukkan keseriusannya dalam memberantas korupsi di Indonesia, khususnya dalam lingkup pemerintahan daerah. Penanganan kasus ini diharapkan dapat memberi efek jera bagi pelaku korupsi lainnya dan memperbaiki citra pemerintah yang selama ini tercemar oleh praktik-praktik tidak etis. KPK berjanji akan terus bersikap tegas terhadap setiap bentuk korupsi yang merugikan bangsa.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait