Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, mengungkapkan perbedaan sikap yang ditunjukkan oleh partai-partai dalam koalisi pemerintah ketika menghadapi kritik dari publik. Menurut Dede, solidaritas di antara partai pendukung pemerintah tampak berbeda ketika yang menjadi sasaran kritik adalah para elit partai, dibandingkan dengan situasi ketika presiden diserang oleh para pengkritiknya. Pernyataan ini disampaikan Dede dalam konteks polemik yang muncul setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbicara di hadapan kader Partai Demokrat.
Respons Beragam Terhadap AHY
Dede menyatakan bahwa saat AHY menyampaikan pendapat di forum internal partainya, banyak pihak dari partai pendukung pemerintah yang memberikan tanggapan. “Giliran AHY bicara di depan kader partainya sendiri, dalam konteks internal Demokrat, rame-rame dikomentarin sesama partai pendukung pemerintah,” ungkap Dede. Ia mencatat bahwa situasi ini sangat berbeda ketika presiden menghadapi kritik tajam dari lawan politik. “Tapi giliran presiden tiap hari dihajar, diserang, dihina, difitnah dan didegradasi para kritikus sontoloyo, banyak yang mendadak bisu,” tambahnya.
Kepentingan Politik Menuju 2029
Dede juga menyoroti bahwa perbedaan sikap tersebut berkaitan dengan kalkulasi politik masing-masing partai menjelang pemilihan umum 2029. Ia berpendapat bahwa setiap partai kini lebih fokus pada posisi dan kepentingan mereka sendiri. “Kelihatan banget, semua sibuk cari selamat, jaga positioning dan ngitung kepentingan partainya masing-masing menuju 2029,” tegas Dede. Ia menilai bahwa dinamika ini menunjukkan adanya standar ganda dalam menyikapi kritik terhadap pemerintah. “Presiden diserang? Diam. Partai koalisi senggol dikit pemerintah? Langsung bersuara,” ujarnya.
Meski menyadari bahwa politik tidak terlepas dari kepentingan, Dede berharap agar perhitungan politik tersebut tidak terlalu terlihat di ruang publik. “Politik memang soal kepentingan, tapi mbok ya jangan setelanjang itu,” kuncinya.
Sebelumnya, AHY juga mendapat sorotan dari partai koalisi. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan dukungannya terhadap AHY mengenai pentingnya menjaga pertumbuhan dan kehidupan demokrasi, tetapi juga menilai bahwa pernyataan AHY seolah memberikan sinyal bahwa ia siap menjadi salah satu kandidat dalam pemilu mendatang. “Seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” kata Doli.
Ia menekankan bahwa saat ini bangsa sedang menghadapi berbagai tantangan yang luar biasa dan mengajak AHY untuk bertanggung jawab atas situasi yang ada. “Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apa pun yang dihadapi,” tambahnya. Pihak Gerindra juga mengeluarkan pernyataan serupa, meminta AHY untuk lebih fokus dalam bekerja.