Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
Politik

Lamhot Sinaga Menekankan Pentingnya Perlindungan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Indonesia

Lamhot Sinaga mengingatkan perlunya intervensi negara untuk melindungi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia, yang memiliki peran vital dalam perekonomian.

Kalula Putri 30 March 2026 22 pembaca sorotpolitik.kompas.com sorotpolitik.kompas.com
Lamhot Sinaga Menekankan Pentingnya Perlindungan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif di Indonesia
sorotpolitik.kompas.com

Lamhot Sinaga, seorang tokoh penting dalam dunia ekonomi kreatif, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya mengenai perlunya kehadiran negara dalam melindungi pelaku ekonomi kreatif. Dalam pernyataannya, Sinaga menekankan bahwa sektor ini bukan hanya berkontribusi pada perekonomian nasional tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks ini, Sinaga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh pelaku ekonomi kreatif. “Banyak pelaku ekonomi kreatif yang berjuang untuk mendapatkan akses terhadap modal dan dukungan infrastruktur yang memadai. Tanpa adanya dukungan, mereka akan kesulitan untuk berkembang,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa langkah nyata dari pemerintah sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan sektor ini.

Lebih lanjut, Sinaga menjelaskan bahwa dukungan tersebut dapat berupa kebijakan yang memudahkan akses permodalan, pelatihan keterampilan, serta penyediaan ruang kreatif. “Negara seharusnya hadir bukan hanya sebagai pengatur, tetapi sebagai mitra dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” imbuhnya. Ia berpendapat bahwa keberadaan undang-undang yang mendukung perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual juga sangat penting untuk menjaga keberlangsungan inovasi di sektor ini.

Sinaga juga menyoroti dampak positif dari ekonomi kreatif dalam meningkatkan daya saing nasional. Dengan memanfaatkan kreativitas dan inovasi, pelaku ekonomi kreatif dapat membantu Indonesia untuk bersaing di pasar global. Namun, menurutnya, tanpa dukungan yang memadai, potensi besar ini akan sulit untuk direalisasikan. “Kami berharap pemerintah dapat lebih proaktif dalam menciptakan program-program yang memfasilitasi pertumbuhan usaha kreatif,” tegasnya.

Sementara itu, beberapa pelaku ekonomi kreatif yang hadir dalam acara tersebut menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Sinaga. Salah satunya, seorang desainer lokal yang mengatakan, “Kami membutuhkan dukungan pemerintah untuk bisa memasarkan produk kami lebih luas. Jika tidak, kami akan kesulitan bersaing.”

Dalam penutupan acara, Sinaga mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menghadapi tantangan yang ada. Ia menekankan bahwa kehadiran negara dalam mendukung pelaku ekonomi kreatif adalah langkah strategis yang akan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat. “Mari kerja sama untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif dunia,” ajaknya.

Dengan demikian, harapan untuk melihat negara berperan lebih aktif dalam melindungi dan mengembangkan pelaku ekonomi kreatif di Indonesia semakin menguat. Perkembangan selanjutnya dalam bentuk kebijakan dan program pemerintah di sektor ini ditunggu oleh para pelaku ekonomi kreatif yang telah berkontribusi banyak bagi perekonomian.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait