Update
Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow Persiapan Wisuda ke-183, FIB UNDIP Selenggarakan Pelatihan Softskill untuk Mahasiswa Prabowo Tekankan Pentingnya Armada Kapal Nasional untuk Pengiriman Barang Jokowi Siap Kunjungi Kupang, PSI: Masyarakat Menantikan Kehadirannya Dukungan Bank Mandiri untuk Ekosistem Mangrove di Hari Mangrove Sedunia Informasi Lengkap dan Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2026 untuk Jalur Mandiri PTN dan PTS BGN Larang Penggunaan Barang Subsidi dalam Program Makan Bergizi Gratis Kaesang Pangarep Diprediksi Menjadi Ancaman Politik bagi PDIP Pakar Hukum Menilai Kasasi Jaksa atas Putusan Bebas Tidak Sesuai dengan KUHAP Gubernur Baru BI Minta Pelaku Pasar Tetap Tenang Setelah Perry Warjiyo Mundur Kementerian Kehutanan Tindak Tegas Pertambangan Emas Ilegal di Bolaang Mongondow
News

Mahasiswa, Rakyat Mana yang Kalian Bela?

JAKARTA – Di tengah berbagai aksi demonstrasi yang kembali marak di sejumlah daerah, muncul satu pertanyaan yang terus bergema di ruang publik: mahasiswa, rakyat mana yang kalian bela?Pertanyaan ini b...

Aruna Sasmita 23 June 2026 27 pembaca kabarnetizenterkini.com kabarnetizenterkini.com
Mahasiswa, Rakyat Mana yang Kalian Bela?
kabarnetizenterkini.com
JAKARTA – Di tengah berbagai aksi demonstrasi yang kembali marak di sejumlah daerah, muncul satu pertanyaan yang terus bergema di ruang publik: mahasiswa, rakyat mana yang kalian bela?

Pertanyaan ini bukanlah bentuk penolakan terhadap kritik ataupun kebebasan berpendapat. Sebaliknya, pertanyaan tersebut menjadi refleksi penting mengenai arah perjuangan gerakan mahasiswa di era modern. Sebagai kelompok intelektual yang selama ini dikenal sebagai agent of change, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat secara objektif, konstruktif, dan berorientasi pada solusi.

Sejarah mencatat bahwa mahasiswa selalu berada di garis depan ketika bangsa menghadapi berbagai persoalan. Dari perjuangan reformasi hingga advokasi kebijakan publik, suara mahasiswa sering menjadi representasi harapan masyarakat. Namun, di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi politik saat ini, publik mulai mempertanyakan apakah setiap aksi yang dilakukan benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat secara luas atau justru mewakili kelompok-kelompok tertentu.

Banyak kalangan menilai bahwa perjuangan mahasiswa seharusnya tidak berhenti pada slogan, poster, atau orasi di jalanan. Rakyat membutuhkan solusi konkret atas persoalan yang mereka hadapi, mulai dari lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberantisipasi korupsi. Ketika mahasiswa menyuarakan kritik, masyarakat berharap kritik tersebut disertai gagasan yang mampu memberikan jalan keluar, bukan sekadar menciptakan kegaduhan politik.

Di sisi lain, mahasiswa juga memiliki peran penting sebagai pengawas jalannya pemerintahan. Fungsi kontrol sosial tersebut merupakan bagian dari demokrasi yang sehat. Namun, fungsi pengawasan akan memiliki legitimasi yang kuat apabila didasarkan pada data, fakta, dan kepentingan publik yang nyata, bukan sekadar mengikuti tren atau kepentingan kelompok tertentu.

Pengamat sosial menilai bahwa tantangan terbesar gerakan mahasiswa saat ini adalah menjaga independensi. Di tengah meningkatnya kontestasi politik dan kepentingan berbagai pihak, mahasiswa dituntut untuk tetap menjadi suara rakyat yang autentik. Keberpihakan kepada rakyat harus tercermin dari keberanian memperjuangkan isu-isu yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas, tanpa memandang kepentingan politik jangka pendek.

Pada akhirnya, pertanyaan “Rakyat mana yang kalian bela?” menjadi pengingat bahwa legitimasi gerakan mahasiswa tidak hanya lahir dari semangat perlawanan, tetapi juga dari kedekatan mereka dengan realitas kehidupan masyarakat. Ketika mahasiswa mampu menghadirkan kritik yang objektif, solusi yang realistis, serta keberpihakan yang tulus kepada kepentingan publik, maka kepercayaan rakyat akan tetap menjadi modal terbesar bagi setiap gerakan perubahan.

Karena sejatinya, mahasiswa bukan hanya penyampai suara rakyat, tetapi juga penjaga harapan bagi masa depan bangsa

Tags: #berita

Artikel Terkait