Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) telah mengukir prestasi gemilang dengan meraih juara dunia dalam kompetisi World Fast Ship Awards (WFSA) 2026. Prestasi ini berhasil diraih berkat inovasi sebuah feri yang dirancang khusus untuk digunakan di perairan Nigeria. Karya tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan universitas, tetapi juga berpotensi memberikan solusi transportasi yang lebih baik di area yang mengalami tantangan dalam mobilitas maritim.
Tim yang terdiri dari para mahasiswa fakultas teknik ini berhasil mendemonstrasikan kemampuan mereka dalam merancang feri yang tahan banting dan ramah lingkungan. "Proyek ini bukan hanya sekadar tentang menciptakan sebuah kapal, tetapi juga tentang memahami kebutuhan masyarakat di Nigeria, yang sering kali berhadapan dengan kondisi cuaca ekstrem dan tantangan logistik," ujar salah satu anggota tim, Rudi Setiawan.
Proses pengembangan feri ini melalui penelitian mendalam yang mencakup pemahaman tentang karakteristik perairan Nigeria yang unik dan sering kali bergejolak. Tim ini berkolaborasi dengan beberapa akademisi dan praktisi di bidang maritim untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman untuk digunakan. Dalam kompetisi WFSA yang diadakan di Amsterdam, karya mereka berhasil menarik perhatian juri dengan inovasi teknis dan dampak sosial yang diciptakan.
Salah satu juri dalam kompetisi tersebut, Dr. Maria van Dijk, menyatakan, "Feri yang dirancang oleh tim ini menunjukkan kombinasi antara teknologi modern dan kepedulian terhadap lingkungan serta kebutuhan lokal. Ini adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana inovasi dapat mengatasi masalah nyata di lapangan." Komitmen tim UI untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan mereka dalam kompetisi tersebut.
Keberhasilan ini menandai prestasi yang mengesankan bagi mahasiswa UI dan menunjukkan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Dengan dukungan yang memadai, karya-karya inovatif seperti ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai masalah transportasi di negara-negara berkembang. "Kami berharap bahwa inovasi ini tidak hanya berhenti di sini. Kami ingin melanjutkan penelitian dan pengembangan untuk memastikan feri ini dapat segera digunakan secara nyata di perairan Nigeria," tambah Rudi.
Melihat ke depan, tim mahasiswa UI berencana untuk melakukan evaluasi dan pengujian lebih lanjut terhadap feri tersebut sebelum memasuki tahap produksi. Ini menjadi langkah strategis agar produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga beradaptasi dengan kebutuhan lokal di Nigeria. Dengan keberhasilan di WFSA 2026, ini adalah awal yang baik bagi tim untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.