Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Massa AMPB Akhiri Aksi Setelah Audiensi dengan DPR

Massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memutuskan untuk membubarkan diri setelah mendapatkan hasil audiensi dengan pimpinan DPR RI mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di...

Kalula Putri 27 August 2026 58 pembaca jpnn.com jpnn.com
Massa AMPB Bubarkan Diri Seusai Temui DPR
Massa AMPB Bubarkan Diri Seusai Temui DPR

Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengakhiri aksi mereka setelah menerima hasil audiensi dengan pimpinan DPR RI terkait tuntutan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Agustus.

Koordinator AMPB, Supriyono yang akrab disapa Botok, membacakan surat komitmen hasil audiensi di hadapan para pendukungnya. Dalam surat itu, pimpinan DPR RI menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026. Selain itu, surat tersebut juga mencakup poin yang menyatakan kesiapan pimpinan DPR untuk mengundurkan diri jika RUU tersebut belum disahkan hingga batas waktu yang ditentukan.

Proses Pembubaran Massa

Setelah pembacaan hasil audiensi, massa mulai meninggalkan lokasi aksi secara bertahap. Pantauan menunjukkan bahwa sekitar pukul 12.45 WIB, peserta yang sebelumnya memenuhi gerbang utama Gedung DPR mulai membubarkan diri dengan tertib. Sebagian dari mereka berjalan kaki menuju Gelora Bung Karno (GBK), sementara yang lain menggunakan kendaraan yang telah diparkir di sekitar lokasi.

Salah satu peserta aksi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan dan menyampaikan permohonan pamit sebelum meninggalkan lokasi. Meskipun banyak massa sudah pergi, masih ada beberapa peserta yang bertahan di Jalan Gatot Subroto, yang telah disterilkan dari lalu lintas kendaraan. Mereka menunggu rekan-rekannya untuk meninggalkan kawasan tersebut.

Keamanan dan Penjagaan oleh Aparat

Hingga sekitar pukul 13.18 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyekatan di beberapa titik di sekitar Gedung DPR RI untuk mengantisipasi pergerakan massa dan menjaga keamanan serta kelancaran arus lalu lintas. Sebelumnya, perwakilan AMPB telah menegaskan bahwa aksi tersebut berlangsung damai dan massa akan membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan tuntutannya.

Artikel Terkait