Menarini Indonesia melakukan kegiatan lingkungan yang berkelanjutan dengan menanam 1.600 pohon mangrove di wilayah pesisir Jawa Barat dan Jakarta Utara. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta mendukung tujuan keberlanjutan dalam pilar Environmental, Social, and Governance (ESG).
Rangkaian Program "Roots of Hope"
Program yang diberi nama "Roots of Hope" dimulai dengan penanaman 1.500 bibit mangrove di pantai Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Acara ini mencapai puncaknya dengan penanaman 100 bibit mangrove secara simbolis di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, sebagai penutup rangkaian kegiatan tersebut.
Kegiatan penanaman mangrove ini diadakan untuk mengatasi masalah ekosistem pesisir di utara Jawa dan juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus lalu. Idham Hamzah, Direktur Utama Menarini Indonesia, menyatakan bahwa penanaman 1.600 pohon mangrove ini merupakan bukti nyata dari integrasi antara aksi CSR dan target ESG perusahaan dalam menghadapi krisis iklim. Ia percaya bahwa kegiatan ini dapat melindungi garis pantai dari risiko abrasi dan menciptakan ekosistem yang efektif dalam menyerap emisi karbon.
Dampak Ekologis dan Sosial
Idham menambahkan, "Tema tersebut mencerminkan visi jangka panjang Menarini Indonesia untuk terus menumbuhkan akar harapan bagi masa depan bumi." Kontribusi penanaman di Babelan dan Angke Kapuk tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alam untuk mengatasi penurunan permukaan tanah dan kenaikan air laut, tetapi juga berperan penting dalam memulihkan habitat pemijahan bagi keanekaragaman biota laut setempat.
Kedepannya, Menarini Indonesia berharap bahwa langkah ini dapat memberikan dampak ekologis yang terukur serta membawa manfaat positif bagi stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.