Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Teknologi

Menghidupkan Kembali Aksara Jawa di Kalangan Generasi Muda

Di tengah maraknya teknologi digital, Aksara Jawa kembali diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendidikan, termasuk di pesantren. Pelatihan ini bertujuan untuk menjaga keberadaan aksara tradisio...

Rimba Amarta 31 August 2026 51 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

JAKARTA, iNews.id — Dalam era di mana teknologi digital mendominasi kehidupan sehari-hari, keberadaan aksara tradisional menghadapi tantangan besar untuk tetap dikenal oleh generasi muda. Salah satu bentuk aksara yang diperkenalkan kembali adalah Aksara Jawa atau Carakan, yang kini mulai diperkenalkan kepada anak-anak muda melalui institusi pendidikan, termasuk pesantren.

Program Pelatihan Aksara Jawa

Upaya untuk mengenalkan kembali Aksara Jawa ini dilakukan melalui program 'Pelatihan 6 Jam Bisa Baca-Tulis Carakan Jawa (Aksara Jawa)', yang dilaksanakan di dua pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur. Kedua pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Tambakberas Jombang dan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang. Pelatihan ini berlangsung pada tanggal 27 dan 29 Agustus 2026, dengan dukungan dari PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Signifikansi Aksara Jawa

Aksara Jawa bukan hanya sekadar sistem tulisan tradisional, tetapi juga merupakan bagian penting dari warisan budaya yang merekam sejarah dan identitas masyarakat Jawa. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan dominasi alfabet Latin serta teknologi digital, penggunaan aksara ini dalam kehidupan sehari-hari semakin menurun. Oleh karena itu, inisiatif seperti pelatihan ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan dan pengenalan Aksara Jawa di kalangan generasi muda.

Artikel Terkait