Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Menjaga Marwah Demokrasi: Antara Hak Berpendapat dan Jebakan Anarki Menjelang 12 Mei

JAKARTA – Mendekati tanggal krusial 12 Mei 2026, atmosfer sosial-politik di tanah air mulai menghangat. Sejarah mencatat tanggal ini sebagai simbol perjuangan suara rakyat, namun tahun ini, publik dii...

Aruna Sasmita 10 May 2026 43 pembaca kabarnetizenterkini.com kabarnetizenterkini.com
Menjaga Marwah Demokrasi: Antara Hak Berpendapat dan Jebakan Anarki Menjelang 12 Mei
kabarnetizenterkini.com
JAKARTA – Mendekati tanggal krusial 12 Mei 2026, atmosfer sosial-politik di tanah air mulai menghangat. Sejarah mencatat tanggal ini sebagai simbol perjuangan suara rakyat, namun tahun ini, publik diingatkan agar tidak terjebak dalam romantisme sejarah yang justru berujung pada instabilitas nasional.

Demokrasi memang memberikan karpet merah bagi hak setiap warga negara untuk bersuara. Namun, ada garis tipis yang memisahkan antara aspirasi dan anarki.

Hak menyatakan pendapat adalah fondasi negara hukum. Tanpa itu, kita kembali ke era kegelapan. Namun, para pengamat sosial mengingatkan bahwa demokrasi bukanlah “cek kosong” yang bisa dicairkan dengan kekacauan di jalanan.

“Demokrasi itu hak, tapi ketertiban umum adalah kewajiban bersama,” ujar praktisi hukum di Jakarta pagi ini. “Saat sebuah gerakan mulai merusak fasilitas publik atau memprovokasi bentrokan, saat itulah esensi demokrasi tersebut sebenarnya telah mati.”

Menjelang peringatan 12 Mei, pihak keamanan dan tokoh masyarakat menyerukan kewaspadaan tinggi terhadap munculnya “penunggang gelap”. Kelompok-kelompok ini seringkali memanfaatkan momentum massa untuk menciptakan chaos demi agenda terselubung yang tidak ada hubungannya dengan kesejahteraan rakyat.

Beberapa poin yang perlu diwaspadai masyarakat adalah:

Pemerintah dan elemen mahasiswa diharapkan dapat menjalin komunikasi yang lebih terbuka. Menyampaikan tuntutan secara elegan, melalui diskusi meja bundar atau aksi damai yang terukur, dianggap jauh lebih efektif daripada konfrontasi fisik yang hanya akan menyisakan trauma baru.

“Jangan biarkan demokrasi kita dibajak oleh kekacauan. Kita ingin perubahan yang membangun, bukan kehancuran yang mengharuskan kita memulai lagi dari nol.”

12 Mei harus tetap menjadi pengingat akan pentingnya reformasi dan kedaulatan rakyat. Mari kita gunakan hak suara kita dengan cerdas. Tetap waspada terhadap upaya-upaya yang ingin membenturkan rakyat dengan sesamanya.

Kebebasan yang bertanggung jawab adalah tanda kedewasaan sebuah bangsa. Jangan sampai atas nama demokrasi, kita justru menghancurkan rumah tempat kita tinggal.

Tetap tenang, tetap waspada, dan jaga Indonesia.

Tags: #berita

Artikel Terkait