Update
Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Virus ALTNV: Penemuan Baru yang Mengguncang Dunia Ilmu Pengetahuan Penurunan Drastis Saham Bayan Setelah Isu Akuisisi Haji Isam Ketegangan Seputar Ijazah Jokowi dan Gibran, Bambang Tri Mulyono: Ada Ancaman bagi Gibran di Pilpres 2029 Dukungan Gus Lilur untuk Reformasi PBNU oleh Gus Kikin Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor
News

Menko PMK Tegaskan Sekolah Daring Tidak Diteruskan: Fokus pada Peningkatan Kualitas Pendidikan

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa rencana sekolah daring dibatalkan untuk mencegah learning loss, sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Karim Abinaya 25 March 2026 38 pembaca liputan6.com liputan6.com
Menko PMK Tegaskan Sekolah Daring Tidak Diteruskan: Fokus pada Peningkatan Kualitas Pendidikan
liputan6.com

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, mengonfirmasi bahwa rencana pelaksanaan sekolah daring tidak akan dilanjutkan. Keputusan ini diambil untuk menghindari terjadinya learning loss di kalangan siswa dan sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang lebih efektif.

Ketidakadaan urgensi untuk melanjutkan sekolah daring juga menjadi salah satu alasan utama. Menurut Pratikno, upaya untuk mempertahankan proses belajar mengajar secara tatap muka lebih diutamakan demi memastikan bahwa siswa mendapat pengalaman belajar yang optimal. "Kami tidak ingin anak-anak kehilangan kesempatan belajar secara langsung, yang merupakan komponen penting dalam perkembangan mereka," ungkapnya. Hal ini menegaskan betapa pentingnya interaksi langsung antara guru dan siswa dalam proses belajar.

Dalam situasi ini, banyak pihak termasuk orang tua dan pendidik menyambut baik keputusan ini. Diharapkan dengan adanya proses pembelajaran tatap muka, siswa dapat lebih fokus dan terlibat aktif dalam belajar, yang tentunya akan berkontribusi pada pencapaian akademis mereka. Pratikno menambahkan bahwa hal ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung kebangkitan pendidikan pasca-pandemi, di mana anak-anak harus kembali mendapatkan pengetahuan dan keterampilan secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Menko PMK menegaskan bahwa pemulihan pendidikan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan semua pihak. "Kami akan terus memantau situasi, dan jika ada perkembangan yang memungkinkan, kami akan mengambil langkah-langkah yang tepat," tambahnya. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjamin akses pendidikan yang berkualitas, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di tengah tantangan yang ada.

Di sisi lain, diskusi mengenai peningkatan kualitas pendidikan tetap berlanjut, dengan fokus pada pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan peningkatan kapasitas guru. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan transformasi pendidikan di Indonesia dapat tercapai, sehingga menciptakan generasi yang siap bersaing di era global.

Secara keseluruhan, keputusan untuk tidak melanjutkan sekolah daring menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap masa depan pendidikan di Indonesia. Dengan penguatan pendidikan tatap muka, diharapkan anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik dan mengurangi risiko learning loss yang dapat menghambat perkembangan mereka.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait