Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

--- Merger Maskapai BUMN Ditunda Hingga Garuda Indonesia Pulih ---

--- Rencana penggabungan antara Pelita Air dan Garuda Indonesia belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, menunggu pemulihan kondisi Garuda yang saat ini masih dalam proses transformasi. ---

Karim Abinaya 26 October 2026 35 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Merger maskapai penerbangan pelat merah antara Pelita Air dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dipastikan belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/AMPELSA).
Merger maskapai penerbangan pelat merah antara Pelita Air dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dipastikan belum akan terealisasi dalam waktu dekat. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/AMPELSA).
---TITLEEXCERPT--- Rencana penggabungan antara Pelita Air dan Garuda Indonesia belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, menunggu pemulihan kondisi Garuda yang saat ini masih dalam proses transformasi. ---CONTENT---

Rencana merger antara maskapai penerbangan milik negara, Pelita Air dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dipastikan tidak akan segera terwujud. Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, menyatakan bahwa pelaksanaan merger baru akan dilakukan setelah Garuda Indonesia benar-benar pulih dan dalam kondisi yang sehat.

Menurut Dony, jika merger dipaksakan saat ini, hal tersebut justru dapat menjadi beban bagi kedua perusahaan. "Kita perbaiki dulu yang Garudanya, harus betul-betul sukses dulu melakukan transformasi terhadap bisnisnya," ungkapnya saat menghadiri acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta pada Senin (26/10).

Transformasi Layanan Garuda

Dony menjelaskan bahwa perbaikan menyeluruh di Garuda Indonesia mencakup berbagai aspek layanan penumpang, mulai dari pra-penerbangan, selama penerbangan, hingga pasca-penerbangan. Ia menyoroti pentingnya kualitas layanan, termasuk durasi proses check-in dan kualitas hiburan di dalam kabin pesawat.

"Ini masih jauh transformasi Garuda dari apa yang kita harapkan. Makanya dia terus melakukan transformasi," tambah Dony.

Rebranding dan Penyegaran Identitas

Sebagai bagian dari upaya perombakan, Garuda Indonesia juga bersiap untuk melakukan rebranding. Meskipun nama perusahaan tidak akan diubah, identitas maskapai akan diperbarui, termasuk penyegaran seragam awak kabin yang telah lama tidak diperbaharui. "Kita (ingin) yang lebih fresh, dengan semangat baru, motivasi baru. Ini yang kita harapkan. Nanti kalau dua-duanya (Garuda Indonesia dan Pelita Air) sudah bagus, baru kita lakukan mergernya," jelas Dony.

Artikel Terkait