Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
Teknologi

Mortal Kombat 2 Mengumpulkan Pendapatan Besar Sebelum Rilis, Siap Saingi The Super Mario Galaxy Movie?

Mortal Kombat 2 telah berhasil meraih pendapatan sebesar 5,2 juta dolar AS sebelum tayang, menjadikannya pesaing kuat bagi The Super Mario Galaxy Movie. Film ini dijadwalkan rilis pada Mei 2026 dan di...

Arya Yudhistira 09 May 2026 28 pembaca suara.com suara.com
Mortal Kombat 2 Mengumpulkan Pendapatan Besar Sebelum Rilis, Siap Saingi The Super Mario Galaxy Movie?
Trailer film Mortal Kombat 2. (YouTube Warner Bros)

Mortal Kombat 2, film yang diadaptasi dari permainan video, telah mengumpulkan 5,2 juta dolar AS (sekitar Rp90,3 miliar) selama sesi praputarannya di Amerika Utara pada Kamis, 7 Mei 2026. Film ini bersaing ketat dengan The Super Mario Galaxy Movie yang juga tayang pada tahun yang sama. Dengan harapan tinggi dari para penggemar, Mortal Kombat 2 diharapkan dapat memberikan persaingan yang ketat terhadap film Mario tersebut.

Film ini direncanakan untuk tayang secara global mulai awal Mei 2026, dan pendapatan awalnya menunjukkan tanda-tanda yang positif. Mortal Kombat 2 diharapkan dapat meraih pendapatan debut sebesar 40 juta hingga 45 juta dolar AS (sekitar Rp781 miliar) dari 3.400 bioskop di Amerika Utara. Meskipun studio memperkirakan angka yang sedikit lebih rendah, yaitu 35 juta dolar AS, hasil praputaran menunjukkan potensi yang menjanjikan.

Persaingan Ketat di Box Office

Dalam persaingan box office, Mortal Kombat 2 harus menghadapi sekuel dari Disney, "The Devil Wears Prada 2", yang diprediksi akan menghasilkan antara 38 juta hingga 42 juta dolar AS pada pekan kedua penayangannya. Sementara itu, The Super Mario Galaxy Movie telah meraih pendapatan global sebesar 900 juta dolar AS (sekitar Rp15,6 triliun) dan diperkirakan akan menembus angka 1 miliar dolar (sekitar Rp17,4 triliun) jika sukses di beberapa negara lainnya.

Ulasan dan Harapan untuk Mortal Kombat 2

Mortal Kombat 2, yang disutradarai oleh Simon McQuoid, kembali menghadirkan turnamen berisiko tinggi untuk menyelamatkan Earthrealm, kali ini dengan tambahan bintang Karl Urban yang berperan sebagai Johnny Cage. Meskipun ulasan dari para kritikus terpecah, dengan skor Metacritic di angka 50, daya tarik aksi laga film ini tetap menjadi daya tarik utama bagi generasi milenial dan penonton muda. IGN memberikan ulasan positif dengan menyebut film ini sebagai pertunjukan aksi "besar dan keras", sementara The AV Club mengkritiknya sebagai "kekacauan murahan tanpa jiwa".

Artikel Terkait