BANDUNG - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa penguatan industri pertahanan dalam negeri sangat penting untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan tersebut disampaikan Muzani saat melakukan kunjungan ke PT Pindad yang terletak di Kota Bandung, di mana ia berdialog dengan jajaran direksi perusahaan mengenai perkembangan industri pertahanan nasional dan rencana pengembangan ke depan.
Muzani menjelaskan bahwa salah satu tugas MPR adalah memastikan NKRI tetap terjaga dengan baik dan solid. Oleh karena itu, kunjungan ke PT Pindad dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan perusahaan yang memiliki mandat dalam mendukung pertahanan dan keamanan negara. "Salah satu tugas MPR adalah memastikan bahwa NKRI, terjaga dengan baik dan solid. Kedatangan kami hari ini ke PT Pindad adalah memastikan bahwa perusahaan yang diberi mandat untuk menjalankan pertahanan dan keamanan negara, yakni PT Pindad, berjalan dengan baik," ujarnya setelah kunjungan pada Senin (28/9).
Dialog dengan Pindad
Muzani menyatakan bahwa pihak Pindad telah memberikan penjelasan mengenai berbagai produk dan rencana pengembangan perusahaan. Ia menekankan bahwa seluruh produk Pindad diarahkan untuk mendukung upaya mempertahankan kedaulatan Indonesia. "Tadi kami sudah dapat penjelasan dari Pak Dirut dan jajarannya bahwa semua produksi Pindad dimasukkan untuk mempertahankan kedaulatan kita," tambahnya.
Politikus dari Partai Gerindra ini juga mengungkapkan bahwa hasil dialog dengan jajaran Pindad menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berada pada jalur pengembangan yang sesuai. "Dalam dialog, tanya jawab, diskusi kami, juga dijelaskan oleh Pak Dirut bahwa Pindad dalam kondisi on the track," katanya. Ia menilai perkembangan Pindad sangat penting untuk memperkuat pertahanan Indonesia. "Penjelasan-penjelasan itu meyakinkan kami bahwa insyaallah NKRI akan tetap utuh dan Pindad akan menjadi kekuatan terdepan dalam upaya mempertahankan NKRI," tuturnya.
Meningkatkan Kemandirian Produksi Alat Pertahanan
Salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya untuk meningkatkan kemandirian dalam produksi alat pertahanan serta mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. "Tentunya pemenuhan batalyon baru ini memerlukan senjata dan amunisi. Itu kita insyaallah harus segera penuhi dengan inovasi yang ada di kita," jelas Sigit, salah satu pejabat di Pindad.
Dia menambahkan bahwa beberapa hasil penelitian dan pengembangan (R&D) Pindad saat ini sudah memasuki tahap piloting dan trial production. Tahap selanjutnya adalah meningkatkan kapasitas produksi atau scaling up. "R&D yang sudah pada saat sekarang sudah ke piloting dan trial productions, tinggal scaling up sedang kita jalankan," ungkapnya. Sigit juga menyebutkan bahwa proses peningkatan kapasitas produksi ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan TNI. Ketika ditanya mengenai jumlah kebutuhan, ia menyatakan bahwa kebutuhan tersebut cukup besar, terutama berdasarkan rencana pembentukan batalyon. "Cukup besar, cukup besar. Kan kita tinggal kalikan saja. 150 batalyon per tahun dikalikan 5 tahun," tutupnya.