Dalam dunia pendidikan Indonesia, Nabilah terlihat mencolok sebagai mahasiswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkomitmen untuk memperjuangkan isu-isu penting terkait akses pendidikan. Dia terpilih sebagai mahasiswa berprestasi (mawapres) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2026. Keberhasilan ini tidak terlepas dari perhatiannya terhadap pendidikan di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), serta dukungannya untuk akses difabel.
Nabilah, yang berasal dari Bandung, memiliki misi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T. Di sela-sela kesibukannya, ia mengungkapkan, "Saya ingin memastikan bahwa setiap anak, terutama yang berada di daerah terisolasi, memiliki akses ke pendidikan yang layak." Upayanya ini meliputi program literasi, pelatihan keterampilan, dan penggalangan dana untuk beasiswa bagi siswa berprestasi yang kurang mampu.
Kepedulian Nabilah tidak terbatas hanya pada pendidikan. Ia juga aktif dalam memperjuangkan hak-hak difabel. Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan, "Aksesibilitas sangat penting. Banyak anak difabel di 3T yang terpaksa meninggalkan pendidikan karena kurangnya fasilitas yang memadai." Melalui inisiatifnya, Nabilah berkolaborasi dengan berbagai organisasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas di sekolah-sekolah daerah terpencil.
Mengapa Nabilah memilih fokus pada daerah 3T dan isu akses difabel? Menurutnya, tantangan yang dihadapi komunitas di daerah tersebut sangat besar. "Banyak anak yang berbakat terhambat hanya karena lokasi dan kurangnya dukungan. Saya ingin menjadi bagian dari solusi," tegasnya. Dengan semangat tersebut, Nabilah berupaya menjangkau lebih banyak kalangan dengan cara mengorganisir seminar dan diskusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif.
Perjuangan Nabilah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk rekan mahasiswa dan dosen di UPI. Dr. Ahmad, salah satu dosen yang mendampingi Nabilah, menyatakan, "Kepedulian Nabilah terhadap pendidikan dan hak difabel menunjukkan karakter kepemimpinan yang luar biasa. Dia tidak hanya peduli pada dirinya sendiri, tetapi juga berusaha untuk mengangkat orang lain."
Keberhasilan Nabilah dalam meraih gelar sebagai mawapres bukanlah akhir dari perjalanan perjuangannya, melainkan awal dari berbagai program yang ia rencanakan. Saat ini, ia tengah merancang proyek penggalangan dana untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak di daerah 3T dan menciptakan modul pelatihan untuk guru-guru di sana.
Nabilah mengakhiri wawancara dengan pesan inspiratif bagi generasi muda, "Jangan pernah ragu untuk bermimpi dan berjuang demi impian Anda. Setiap langkah kecil yang kita ambil dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat." Dengan tekad dan visi yang kuat, Nabilah semakin berkomitmen untuk menjadi penggerak perubahan dalam pendidikan di Indonesia, terutama bagi mereka yang kurang beruntung.
Seiring dengan berjalannya waktu, perjuangan Nabilah diharapkan dapat membuahkan hasil yang nyata, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi banyak anak di seluruh negeri yang mendambakan pendidikan yang lebih baik.