Jakarta, CNN Indonesia -- Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, menunjukkan keyakinan yang tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia. Keyakinan ini didasari oleh catatan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, peningkatan kinerja ekspor, serta konsistensi surplus neraca perdagangan meskipun dalam situasi ketidakpastian global.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Zulhas saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada tahun 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang. Sepanjang semester pertama tahun 2026, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,45 persen. Selama periode Januari hingga Agustus 2026, neraca perdagangan Indonesia berhasil mencatat surplus sebesar US$7,25 miliar, dengan nilai ekspor mencapai US$193,64 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 4,74 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pentingnya Penguatan Ekspor
Zulhas menekankan bahwa penguatan sektor ekspor sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia menyatakan, "Di sektor pangan, kita perlu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah agar peluang perdagangan ikut dirasakan petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal."
TEI dirancang sebagai platform penting untuk mempertemukan produk dan jasa Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara, serta menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi bagian dari rantai pasok global. Pemerintah juga mendorong para eksportir untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan yang telah ada, memperluas akses ke pasar nontradisional di Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur, serta meningkatkan promosi melalui perwakilan Indonesia di luar negeri.
Kerja Sama Perdagangan yang Berkelanjutan
Zulhas mengingatkan bahwa kerja sama perdagangan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Akses pasar perlu didukung oleh kemudahan dalam prosedur ekspor dan pembiayaan. Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah bagi pelaku usaha yang sedang berkembang agar dapat memenuhi kebutuhan pasar dan membangun hubungan dagang yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Zulhas mendorong penguatan ekspor sejalan dengan hilirisasi agar sumber daya alam Indonesia dapat memberikan nilai tambah di dalam negeri. Ia juga meminta agar pemerintah membuka ruang kerja sama untuk pengembangan investasi, transisi energi, dan teknologi digital sebagai fondasi bagi ekonomi masa depan. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ekonomi daerah.
Dalam sektor pangan, Zulhas melaporkan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) dari 116 pada tahun 2024 menjadi 131 pada data terbaru tahun ini. Capaian ini perlu dipertahankan melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah, termasuk memperkuat kesejahteraan nelayan. "Berdasarkan capaian sampai dengan hari ini serta visi pemerintah ke depan, kita optimistis perdagangan dan investasi akan meningkat, dan perekonomian Indonesia semakin berkembang," tutup Zulhas.
Pada kesempatan yang sama, Zulhas memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para eksportir yang menerima penghargaan Primaniyarta, serta kepada para buyers penerima Primaduta, kepala daerah, dan perwakilan RI yang dianggap mendukung ekspor nasional. Ia juga mengajak seluruh peserta TEI 2026 untuk menawarkan produk-produk unggulan terbaik, memberikan pelayanan yang responsif, serta memastikan kesiapan kapasitas produksi agar peluang transaksi selama pameran dapat berkembang menjadi kerja sama bisnis jangka panjang.