Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
Ekonomi

Optimisme Wamenko Hanif Terhadap Penanganan Karhutla di Palangka Raya

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, optimis kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dapat dikendalikan dalam waktu 14 hari hingga satu bulan ke depan.

Kalula Putri 15 October 2026 55 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq optimis karhutla di Palangka Raya dapat diminimalisir dalam 14 hari hingga satu bulan dengan sinergi semua pihak. (FOTO:CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq optimis karhutla di Palangka Raya dapat diminimalisir dalam 14 hari hingga satu bulan dengan sinergi semua pihak. (FOTO:CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dapat dikurangi secara signifikan dalam waktu dua minggu hingga satu bulan mendatang. Ia menilai target ini dapat tercapai jika semua pihak bekerja sama dalam upaya pemadaman.

“Saya berasumsi kalau kita full dengan tenaga, maka 14 hari atau 1 bulan dari sekarang mestinya tekanan uap, tekanan kebakaran hutan, asap, di Palangka Raya mampu kita minimalisir,” ungkap Hanif saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Jakarta Barat pada Kamis, 15 Oktober.

Strategi Akselerasi Penanganan

Untuk mempercepat penanganan karhutla, Hanif menjelaskan bahwa beberapa langkah yang telah diambil akan diperkuat. Di antara upaya tersebut adalah pembasahan lahan gambut, pembangunan sumur bor, serta pemanfaatan larutan surfaktan.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat dua lokasi yang sangat rawan dan memerlukan intervensi segera di Kalimantan Tengah. Pertama, area seluas 39 ribu hektare di Palangka Raya yang sering mengalami kebakaran dengan intensitas hotspot yang tinggi. Kedua, area seluas 93 ribu hektare di kawasan lindung gambut di Kabupaten Pulang Pisau.

“Dua lokasi ini akan menjadi sasaran kerja bersama dalam waktu segera. Setelah ini tim akan melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan langkah-langkah dalam rangka penanganan seperti yang kita lakukan di Kalimantan Selatan,” tambah Hanif.

Peran Kemenko Pangan dalam Penanganan Karhutla

Kemenko Pangan ditugasi untuk mengawasi penanganan karhutla di empat provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Papua Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. Penanganan di Kalimantan Selatan telah dimulai sejak bulan Agustus dengan melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan unit usaha.

“Kita telah berhasil menjinakan paling tidak mengendalikan hampir 3 ribu hektare di area pertama yang sangat dekat dengan pusat kota di Kalimantan Selatan,” tutup Hanif.

Artikel Terkait