Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Panggilan untuk Investigasi Terkait Video Sel Mewah di Lapas Cilegon

Anggota DPR Abdullah menanggapi video yang menunjukkan sel tahanan mewah di Lapas Kelas IIA Cilegon, mendesak agar dilakukan penyelidikan terkait dugaan gratifikasi.

Karim Abinaya 15 May 2026 11 pembaca liputan6.com liputan6.com
Panggilan untuk Investigasi Terkait Video Sel Mewah di Lapas Cilegon
tangkapan layar video viral fasilitas sel mewah disebut di lapas cilegon. (tangkapan layar Instagram)

Anggota Komisi III DPR, Abdullah, memberikan tanggapan terhadap video yang menjadi viral dan menampilkan sel tahanan mewah yang diduga berlokasi di Lapas Kelas IIA Cilegon, Banten. Ia menekankan bahwa jika keberadaan sel mewah tersebut terbukti, maka akan ada potensi gratifikasi yang melibatkan oknum pegawai lapas.

“Jika video tersebut benar, tentu ada potensi pidana serius, seperti dugaan tindak pidana korupsi dan gratifikasi yang diterima oknum pegawai lapas dari warga binaan,” ungkap Abdullah saat dihubungi pada hari Jumat, 15 Mei 2025. Meskipun telah ada klarifikasi yang menyatakan bahwa video tersebut bukan berasal dari Lapas Kelas IIA Cilegon dan ada informasi yang menyebutkan bahwa itu adalah video lama, Abdullah tetap mendesak aparat untuk menyelidiki dugaan sel mewah tersebut.

Desakan untuk Penyelidikan

Abdullah menyatakan, “Saya mendesak kementerian terkait, aparat penegak hukum, dan Ombudsman untuk melakukan investigasi terbuka terkait kasus ini, agar peristiwa serupa tidak terulang di lapas lainnya.” Ia juga menyoroti bahwa Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat pada triwulan pertama 2026 terdapat 27 pelanggaran berat yang dilakukan oleh petugas pemasyarakatan, dan hampir 50 persen di antaranya berkaitan dengan narkoba.

“Data ini seharusnya menjadi alarm darurat untuk pihak yang berwenang agar dapat bekerja semaksimal mungkin untuk mencegah bertambahnya jumlah pelanggaran berat di lapas lainnya. Jangan sampai lapas justru dipersepsikan sebagai ruang lahirnya privilese, transaksi ilegal, dan penyalahgunaan kewenangan yang mencederai rasa keadilan masyarakat serta merusak kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” tambahnya.

Kondisi Kamar Tahanan yang Dipertanyakan

Sebuah video yang menunjukkan kondisi kamar tahanan mewah yang diduga berada di Lapas Kelas IIA Cilegon telah viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak para narapidana tidur di atas kasur yang empuk dan bebas menggunakan telepon genggam. Ruangan tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas seperti kipas angin, lemari, dan pendingin ruangan.

Di video lain, kamar tersebut disebutkan hanya dihuni oleh dua tahanan yang terlibat dalam kasus narkoba. Rekaman itu memperlihatkan seorang narapidana pria yang mengenakan kaos dan celana pendek sedang berbaring di kasur, sementara rekannya terlihat memegang dua unit smartphone.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penggeledahan dan tidak menemukan adanya kamar mewah seperti yang ditampilkan di media sosial. "Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan adanya kamar hunian maupun fasilitas sebagaimana informasi yang beredar di media sosial," jelasnya pada Kamis, 14 Mei 2026.

Raja menambahkan bahwa setelah menerima informasi mengenai keberadaan kamar mewah tersebut, pihaknya segera memeriksa seluruh kamar hunian di Lapas Kelas IIA Cilegon dan memastikan tidak ada perlakuan khusus terhadap seluruh narapidana. "Seluruh fasilitas dan layanan yang diberikan kepada warga binaan dipastikan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, serta menjunjung prinsip kesetaraan pelayanan pemasyarakatan tanpa perlakuan khusus," terangnya.

Kalapas Kelas IIA Cilegon tersebut menegaskan bahwa dirinya dan seluruh pegawai berkomitmen untuk menjaga integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelayanan pemasyarakatan, serta memastikan tidak ada kamar hunian atau fasilitas mewah bagi warga binaan di dalam lingkungan lapas. "Seluruh warga binaan diperlakukan sama selama menjalani masa pidana dan dipersiapkan untuk dapat kembali diterima di tengah masyarakat setelah selesai menjalani pembinaan," tutupnya.

Artikel Terkait