Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

PDIP Minta Data Kader Terkait Program Makan Bergizi Gratis kepada BGN

Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan mengajukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional untuk mendapatkan informasi mengenai kader partai yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Yoga Samadhi 02 July 2026 94 pembaca liputan6.com liputan6.com
Ilustrasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (merdeka.com/Arie Basuki)
Ilustrasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (merdeka.com/Arie Basuki)

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP) telah mengirimkan surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta informasi mengenai kader partai yang berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Surat tersebut bernomor 553/EX/DPP/VI/2026 yang diterbitkan pada 22 Juni 2026, ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, dan Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun.

Tujuan Permintaan Data

Dalam surat tersebut, DPP PDIP menyatakan bahwa permintaan data ini merupakan tindak lanjut dari Surat DPP PDI Perjuangan Nomor 940/IN/DPP/II/2026 yang dikeluarkan pada 24 Februari 2026, terkait instruksi mengenai Program Makan Bergizi Gratis. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kesekretariatan, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, mengonfirmasi keberadaan surat tersebut, "Iya, benar," ujarnya saat dihubungi.

Permintaan data kepada BGN juga dianggap sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan penegakan disiplin internal partai. DPP PDIP menjelaskan, "Sehubungan dengan Surat DPP PDI Perjuangan Nomor: 940/IN/DPP/II/2026 tanggal 24 Februari 2026 perihal Instruksi Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang antara lain menginstruksikan kepada seluruh kader Partai pada Tiga Pilar (Struktural, Legislatif, dan Eksekutif) untuk tidak memanfaatkan Program MBG guna memperoleh keuntungan finansial maupun manfaat material lainnya, serta dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan dan penegakan disiplin internal Partai, DPP PDI Perjuangan memohon bantuan Saudara untuk memberikan data dan informasi yang diperlukan."

Klarifikasi dan Verifikasi Internal

Dalam surat tersebut, DPP PDIP juga menyampaikan bahwa permintaan data ini dilatarbelakangi oleh adanya informasi mengenai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG yang saat ini sedang ditangani oleh aparat penegak hukum. "Sehingga diperlukan langkah-langkah klarifikasi dan verifikasi internal partai terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kader partai," jelasnya.

Secara spesifik, DPP PDI Perjuangan meminta BGN untuk memberikan tiga jenis informasi, yaitu: 1. Nama individu, badan usaha, yayasan, koperasi, atau pihak lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan Program MBG dan diduga memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan kader PDI Perjuangan pada tiga pilar (struktural, legislatif, dan eksekutif). 2. Bentuk keterlibatan pihak-pihak tersebut dalam pelaksanaan Program MBG. 3. Data pendukung lain yang relevan untuk kepentingan klarifikasi serta penegakan disiplin organisasi.

Artikel Terkait