Update
Luhut Ungkap Kekhawatiran Investor Asing Terhadap Kepastian Hukum di Indonesia Tim Auditor BPK Tidak Temukan Aliran Dana ke Gus Yaqut dalam Kasus Kuota Haji Tambahan Perdebatan Ijazah Gibran: Faldo Maldini dan Guntur Romli Beradu Argumen KSPSI Serukan Aksi Damai untuk Demonstrasi Mahasiswa Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia Luhut Ungkap Kekhawatiran Investor Asing Terhadap Kepastian Hukum di Indonesia Tim Auditor BPK Tidak Temukan Aliran Dana ke Gus Yaqut dalam Kasus Kuota Haji Tambahan Perdebatan Ijazah Gibran: Faldo Maldini dan Guntur Romli Beradu Argumen KSPSI Serukan Aksi Damai untuk Demonstrasi Mahasiswa Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia
News

Pelanggaran Etik Diduga Melibatkan Perwira Polri, Dilaporkan ke Propam

Seorang perwira menengah Polri berinisial AKBP RHS dilaporkan ke Propam Polda Metro Jaya karena diduga melakukan pelanggaran etik. Laporan ini diajukan oleh tim kuasa hukum warga sipil.

Lare Ayu 31 August 2026 66 pembaca jpnn.com jpnn.com
Diduga Lakukan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam
Diduga Lakukan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Seorang perwira menengah Polri dengan inisial AKBP RHS telah dilaporkan ke Bidang Propam Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran etik. Sebelumnya, AKBP RHS menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

Laporan tersebut diajukan oleh Celebes Legal Center, yang merupakan tim kuasa hukum dari seorang warga sipil berinisial CW. Aduan ini awalnya disampaikan ke Mabes Polri pada tanggal 18 Mei 2026 dan tercatat dengan nomor registrasi Yanduan Presisi: SPSP2/26051800002/V/2026/BAGYANDUAN. Saat ini, Mabes Polri telah meneruskan kasus ini kepada Bidang Propam Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti.

Proses Hukum Berlanjut

Albert Sinay, Ketua Tim Advokat CLC, mengonfirmasi bahwa proses hukum telah dimulai. Ia menjelaskan bahwa klien dan saksi-saksi kunci telah diperiksa, dan semua keterangan terkait dugaan pelanggaran etik telah disampaikan. "Klien kami dan saksi-saksi kunci sudah diperiksa. Keterangan terkait dugaan pelanggaran etik ini sudah kami sampaikan seluruhnya," ungkap Albert kepada wartawan.

Namun, Albert memilih untuk tidak mengungkapkan identitas pelapor atau rincian mengenai pelanggaran yang dituduhkan kepada AKBP RHS. Ia menyatakan bahwa hal ini berkaitan dengan prosedur keamanan. "Identitas klien tidak bisa kami buka. Ini murni untuk perlindungan saksi dan korban," tambahnya.

Menunggu Hasil Pemeriksaan

Mengenai substansi tuduhan, Albert enggan memberikan banyak komentar. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme internal kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini. "Bentuk pelanggarannya belum bisa diekspos. Pemeriksaan oleh Propam terhadap anggota Polri sifatnya internal dan tertutup. Kami harus hormati aturan itu," jelasnya.

Di sisi lain, pihak CLC merasa puas dengan kinerja penyidik sejauh ini dan bersiap untuk mengawal kasus ini hingga ke pengadilan. "Kami apresiasi kerja profesional Bidpropam PMJ. Kami tidak akan mundur. Kami tunggu kepastian jadwal sidang etik dan apa putusannya nanti," tutup Albert.

Artikel Terkait