Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Pelanggaran SOP Diduga Penyebab Keracunan Makan Bergizi Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengungkapkan bahwa pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) menjadi faktor utama dalam kasus keracunan yang dialami penerima manfaat Makan Bergizi Gratis.

Gyan Kusuma 04 September 2026 52 pembaca jpnn.com jpnn.com
Soal Penyebab Kasus Karacunan MBG, Kepala BGN Ungkit Ketidaktaatan SOP
Soal Penyebab Kasus Karacunan MBG, Kepala BGN Ungkit Ketidaktaatan SOP

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan bahwa insiden keracunan yang dialami oleh penerima manfaat setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) sering kali disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap SOP. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI pada Kamis (3/9), Sudaryono menjelaskan, "Kasus keracunan yang ada itu kalau mau di-breakdown, itu 80-90 persen itu karena tidak taat SOP."

Pelanggaran Terkait Konsumsi dan Penyimpanan

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, menambahkan bahwa pelanggaran SOP umumnya berkaitan dengan waktu konsumsi MBG setelah makanan disajikan. "Paling banyak itu SOP konsumsi waktu. Beberapa kasus sebabnya tidak paham SOP," ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran lainnya terkait dengan cara penyimpanan makanan sebelum disajikan kepada penerima manfaat, yang berhubungan dengan kapasitas dapur.

Dia menjelaskan, "Intinya kenapa ada keracunan? Sebab, ada dapur kecil dikasih yang banyak, sehingga dia adanya memasak pagi-pagi, ditaruh dulu, dia masak lagi." Sudaryono juga menyoroti bahwa ketidakpatuhan terhadap SOP masa kadaluarsa dapat menjadi penyebab keracunan yang dialami oleh penerima manfaat, terutama dalam kasus yang terjadi di Sidoarjo.

Langkah Preventif BGN

Menurutnya, insiden keracunan di Sidoarjo disebabkan oleh dapur yang memasak pada pukul 05.00 WIB, sementara BGN memberikan label bahwa makanan tersebut harus dikonsumsi sebelum jam 10.00 WIB. "Sudah tahu jam 10.00 tidak dikonsumsi, diantar sekolah di atas jam 11.00, kalau enggak salah 11.40 baru diantar ke sekolah, baru dikonsumsi sekolah jam 12.00," ungkapnya.

Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, BGN kini mewajibkan penggunaan label pada semua makanan yang disalurkan dari dapur dan memperketat pengawasan. "Sekarang kami lakukan, setiap jam 17.00 sore itu kami evaluasi. Kami yang tidak hadir langsung beri peringatan, kami ganti, kami tukar, kami copot," tutup Mas Dar.

Artikel Terkait