Hasyim Muhammad, seorang guru besar di bidang pemikiran Islam, memberikan pandangan menarik mengenai calon Presiden dan Wakil Presiden. Melalui akun media sosial X, ia membahas kemungkinan pasangan Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal sebagai Ahok. Dalam pandangannya, Anies dan Ahok memiliki kesamaan dalam hal dukungan, meskipun terdapat perbedaan di antara mereka.
Hasyim menyatakan, “Persatuan Anies-Ahok, kalau dari sisi pendukung, keduanya sama saja. Pendukung Anies dan Ahok bencinya sundul langit ke lawannya. Tapi kalau boleh menebak, Anies lebih bisa menerima Ahok daripada Ahok menerima Anies.” Ia menambahkan bahwa Anies cenderung lebih terbuka untuk berkolaborasi dengan Ahok dibandingkan dengan Ahok yang masih menyimpan rasa marah terhadap Anies, terutama terkait dengan pidato Anies saat pelantikan Gubernur DKI.
Harapan untuk Persatuan
Lebih lanjut, Hasyim mengungkapkan harapannya agar kedua tokoh ini dapat bersatu. Ia percaya bahwa kolaborasi antara Anies dan Ahok dapat menjadi kekuatan besar untuk persatuan bangsa. “Tapi andai saya bisa bertemu langsung Pak Ahok, saya akan sampaikan bahwa persatuan Ahok-Anies adalah sebuah kekuatan besar untuk persatuan bangsa ini,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya pengakuan atas kesalahan masing-masing agar kerjasama ini dapat terwujud. “Jika mereka berdua bisa bersatu dan mau mengakui apa yang salah dari diri mereka, maka itu akan sangat indah,” tambahnya.
Refleksi atas Perjuangan
Namun, Hasyim menyadari bahwa untuk mewujudkan hal ini, semua kembali kepada keputusan Anies dan Ahok. Ia mempertanyakan apakah mereka merasa perlu untuk "mengalahkan" pemerintahan saat ini atau membiarkannya. “Kalau mereka merasa pemerintah sekarang perlu dikalahkan, tapi mereka berdua berjuang sendiri-sendiri, alias tak mau bersatu, ya sudah perjuangan mereka nggak akan berhasil,” jelasnya.
Ia juga mengangkat pertanyaan mengenai mengapa Ahok tidak bisa memaafkan Anies dan sebaliknya. “Kenapa Ahok tidak bisa memaafkan Anies? Apakah dosa Anies (menurut Ahok) lebih buruk dari pemerintahan sekarang? Kenapa Anies tidak bisa memaafkan Ahok? Apakah dosa Ahok (menurut Anies) lebih buruk dari pemerintahan sekarang?” tanyanya. Hasyim menekankan bahwa meskipun Anies dan Ahok memiliki cara berbeda dalam memajukan bangsa, niat baik mereka tetap sama. “Ahok dan Anies itu sama-sama punya niat baik kepada bangsa ini. Hanya cara mereka berbeda. Keduanya sama-sama orang baik,” tuturnya. “Kalau mereka (yang sama-sama orang baik) tak bisa bersatu, bagaimana mungkin kita berharap bangsa kita ini bersatu?” pungkasnya.