Update
Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen Demo BEM UI dan Stabilitas Ekonomi: Kritik, Dampak, dan Pertanyaan soal Arah Gerakan Mahasiswa Siswa di Bogor Diduga Keracunan Setelah Mengonsumsi Sate dari Makan Bergizi Gratis Gubernur Herman Deru Minta Pengawasan Ketat untuk Bantuan Penanganan Karhutla 5G: Pondasi untuk Masa Depan yang Siap Digital, Mendukung AI dan Produktivitas Langkah Pemerintah Menjaga Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nataru Pembangunan PLTN Dinilai Penting untuk Ketahanan Energi Indonesia IHSG Turun Hampir 2 Persen ke Level 5.266, 611 Saham Mengalami Penurunan Ribuan Akademisi Desak Gibran Mundur, Menurut Connie Bakrie Telkom University Mendorong Partisipasi Publik dalam Pencarian Maisha Aurelia Rafif Peningkatan Penggunaan AI di Kalangan UMKM Indonesia Mencapai 36,8 Persen
News

Pemadaman Kebakaran Hutan Kini Bergantung pada Operasi Darat

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menyatakan bahwa pemadaman kebakaran hutan dan lahan saat ini lebih mengandalkan upaya dari darat karena kondisi asap yang tebal. P...

Dewa Raka 13 October 2026 59 pembaca jpnn.com jpnn.com
Asap Terlalu Tebal, Pemadaman Karhutla Kini Bergantung pada Operasi Darat
Asap Terlalu Tebal, Pemadaman Karhutla Kini Bergantung pada Operasi Darat

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa saat ini operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih banyak dilakukan melalui penanganan darat. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam menjangkau beberapa lokasi menggunakan helikopter akibat tebalnya asap.

Dudung menyampaikan pernyataan tersebut usai rapat penanganan karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada hari Senin, 12 Oktober. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melaksanakan berbagai langkah untuk mengatasi kebakaran yang terjadi.

Kerja Sama Berbagai Pihak

Dalam upaya penanganan ini, Prabowo telah menginstruksikan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, serta masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengatasi kebakaran. Dudung menambahkan, "Dari Bapak Presiden menyampaikan kita sudah turun tangan semaksimal mungkin. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit, baik TNI, Polri, termasuk seluruh komponen yang terlibat."

Mitigasi dan Penanganan Cuaca

Lebih lanjut, Dudung menjelaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga mencakup langkah-langkah mitigasi. Ini termasuk upaya pengendalian cuaca yang melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah-wilayah yang menjadi fokus penanganan karhutla, seperti Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, yang merupakan habitat bagi berbagai satwa.

Dia juga menekankan bahwa medan di kawasan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas pemadam. "Operasi darat itu, ya pemadaman dari darat artinya kan banyak daerah-daerah yang sulit terjangkau," ujarnya. Dudung menambahkan bahwa istilah operasi darat yang dimaksud bukanlah operasi militer, melainkan penanganan kebakaran secara langsung dari darat. "Operasi bukan berarti operasi seperti militer, tetapi ya penanganannya melalui darat, itu saja," tuturnya.

Artikel Terkait