Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 6 Agustus. Rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta ini membahas tentang pemfokusan penerima manfaat Program MBG, perbaikan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta isu-isu strategis lainnya untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Target Strategis untuk Daerah 3T
Dalam pertemuan tersebut, Menko Zulkifli menekankan bahwa pemerintah menargetkan sejumlah langkah strategis dapat diselesaikan dalam waktu dekat, khususnya untuk memperkuat SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku. Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan daerah dengan tingkat prevalensi stunting yang tinggi.
"Kami tadi sudah menyelesaikan, sudah rapat hari ini memutuskan [pendataan] yang 3T akan selesai dalam minggu ini, karena minggu lalu kita rapat satu bulan," ujarnya.
Intervensi untuk Kelompok Prioritas
Pemerintah juga memberikan fokus pada intervensi untuk kelompok prioritas, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Langkah ini diambil agar manfaat dari Program MBG dapat dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan secara tepat sasaran. "Semua akan diselesaikan dengan baik, yang adil ya bagi semua pihak. Jadi tidak usah khawatir," tambahnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang memprioritaskan daerah 3T dan kelompok sasaran prioritas dalam pelaksanaan Program MBG. Ia menekankan bahwa masyarakat di wilayah tersebut merupakan kelompok yang paling membutuhkan perhatian dari pemerintah.
"Mereka betul-betul membutuhkan dan mereka yang patutnya berbicara, membela hak," tegasnya. Tito juga menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri siap mendukung proses pendataan penerima manfaat untuk memastikan program ini berjalan lebih akurat dan tepat sasaran.
Rakortas ini dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, serta pejabat dari kementerian dan lembaga terkait lainnya.